Positive Thinking dan Efeknya Terhadap Janin dalam Kandungan

Selamat membaca kembali buat temen-temen yang masih mengikuti, maaf karena baru menulis lagi….

Hari ini saya mau berbagi sedikit hasil membaca dari berbagai sumber, mengenai efek Berpikir Positif dengan Janin dalam Kandungan seorang Ibu…

Pertama saya mau menjelaskan apa sih yang bisa menghubungkan antara berpikir positif dengan janin yang jauh didalam perut sang Ibu…

Apa dan bagaimana? Simpel dan tidak jauh dengan penjelasan-penjelasan sebelumnya mengenai pengaruh pikiran pada tubuh kita, dengan janin juga demikian… Mungkin temen-temen akan bertanya, gimana caranya? kok bisa? logis ga sih?

Begini, apa yang dirasakan seorang ibu, apa yang dipikirkan seorang ibu, secara medis bisa dijelaskan bahwa semua hal itu dikomunikasikan oleh tubuh melalui neurohormon atau biasa dikenal hormon saraf, penyaluran emosi, pikiran, perasaan dsb pada janin sama halnya seperti ibu hamil yang mengkonsumsi rokok, obat2an, kopi dsb.

Terus??? nah neurohormon dan molekul2 lain yang mempengaruhi perkembangan janin sangat dipengaruhi oleh “emosi”, terus bagaimana si “emosi” ini bekerja mempengaruhi janin? berikut saya ulas beberapa hal simpel yang kita jalani sehari2 dalam keluarga, emosi itu dipengaruhi oleh hal-hal berikut :

1. Bagaimana kondisi pernikahan itu sendiri?

Bagaimana kondisi pernikahan anda? Suami suka selingkuh? ya jelas stress istrinya, suami suka marah2 atau mertua galak? ya sama aja stress… intinya kalau masalah itu belum bisa diselesaikan, mendingan jangan deh mikir buat punya anak.

2. Bagaimana perencanaan kehamilan?

Apakah anda sudah siap untuk punya momongan atau belum, kalau sudah siap apakah semuanya direncanakan dengan baik, saat merencanakan pasti ada saja hal-hal yang jadi bahan pikiran, tapi bukan berarti harus jadi masalah besar kan?

3. Bagaimana si ibu memandang kehamilan itu sendiri?

Si Ibu bagaimana, apakah dia sendiri menginginkan kehamilan itu? selama kehamilan apakah dia berpikir positif atau tidak, ini pengaruhnya sangat besar karena janin ada di kandungan ibu.

4. Bagaimana kondisi pekerjaan sehari-hari si ibu?

Apakah pekerjaan si ibu menimbulkan stress yang tinggi, atau mungkin butuh fisik yang kuat? apakah load pekerjaannya dikurangi?

5. Apakah lingkungannya mendukung kehamilan itu sendiri?

Jika keluarga, teman2 atau siapapun yg sering berada disekitar sang ibu tidak mendukung, ini juga akan berdampak tidak baik pada pikiran dan tingkat stress sang ibu

Sekarang coba kita mengingat kembali, pernah ga sih saat kita lagi merasa takut, badan terasa lemas? pernah ga sih kita lagi ada masalah di kantor badan rasanya ga bersemangat, pernah ga sih saat berantem sama pacar, suami atau istri rasanya badan yang fit berubah serasa habis jadi kuli bangunan?

Nah, semua kondisi itu sama persis dengan hubungan yang kita bahas diatas, jadi….

Semua yang kita rasakan itu membuat hormon-hormon keluar dan masuk ke pembuluh darah, dan pembuluh darah ini menjadi salah satu penghubung ibu dengan janin melalui plasenta, jadi apa yang oibu rasakan, itu juga yang dirasakan oleh janin.

Parahnya, yang menjadi pemicu besar adalah “stress”, stress layaknya detonator bom, jika sang ibu stress maka otomatis akan mengaktivasi sistem endokrin, sistem endokrin adalah salah satu yang sangat berpengaruh pada perkembangan otak janin dalam rahim.

Sekarang coba kita mengingat-ingat lagi, ada ga temen-temen kita yang anaknya lahir dan besar layaknya anak profesor yang pintar, atau ada ga anak temen kita yang terlahir dan besar dalam kondisi yang pertumbuhannya lambat, sakit-sakitan atau kondisi tidak baik lainnya? coba lihat kondisi keluarganya, anak itu terlahir dari ibu dan bapak yang bahagiakah? atau yang sering bertengkarkah?

Anda yang sedang membaca tulisan ini, siapakah anda? terlahir dari keluarga seperti apakah anda? dari situ seharusnya anda menyadari betapa besarnya pengaruh lingkungan, tempat tinggal, pasangan, dsb diluar yang mempengaruhi emosi ibu, dan menghasilkan anak seperti anda….

Kesimpulan saya, sangat sederhana… buat perencanaan yang baik dan usahakan berada dalam kondisi bahagia selama janin ada didalam kandungan anda atau istri anda, dan jangan lupa berdoa dan mintalah dengan tulus dan penuh keyakinan sesuai keyakinan anda masing-masing… That’s it…

Selamat berbahagia dan bersiaplah untuk menimang momongan yang cantik, cakep, pintar dan sehat…

GBU

Zhu

Rumahku Surgaku

Apa yang membuat hari-hari anda dimulai dengan rasa bahagia atau bahkan rasa kesal??

Apa yang membuat hubungan anda dengan pasangan selalu harmonis? dan anak-anak anda menjadi anak yang bahagia?

Apa yang membuat pekerjaan anda terasa ringan dan rejeki serasa tak henti-hentinya menghampiri?

Banyak faktor yang menyebabkan tapi saya akan membahas satu poin awal yang membuat semua itu terjadi…

Rumah…

Apa arti rumah buat anda? sadar atau tidak, semua bermula dan berakhir disana…

Jika anda bangun pagi dan yang anda lihat adalah senyum dari suami/istri anda, mulailah semua hal itu mendekat pada anda…

Perlu untuk menciptakan suasana rumah yang nyaman, damai, tenteram, dan terasa seperti surga…

Mood anda tercipta dari sejak bangun, jadi kalau dari rumah anda sudah merasa bahagia, walau itu hanya gubuk kecil, dengan istri sederhana, tapi jika anda mensyukuri dan menciptakan suasana yang kondusif… maka semua itu akan sangat indah…

Ketika anda beranjak ke kantor atau tempat usaha anda, masih terbayang-bayang senyum istri saat menyediakan segelas teh hangat, sepiring nasi goreng sederhana, tapi semua itu dilakukannya dengan tulus… lalu apa hasilnya? ketika dijalan orang menyalip kendaraan anda, anda masih sabar untuk memberikan jalan padanya, saat anda sampai ke kantor, anda menyapa semua orang dengan wajah ceria… saat pekerjaan menumpuk, atasan seperti dewa thor yg menyambar dengan petir dan bawahan seperti keong yg lagi sakit, anda masih bisa menjalaninya dengan baik dan akhirnya dewa thor serasa zeus, keong sakit bekerja secepat mobil ferrari…

Lalu apa selanjutnya yang membuat hari-hari anda semakin indah? ketika seeeeeemuaaaa pekerjaan sudah selesai, anda melangkah kerumah dengan bahagia, karena yang ada di pikiran anda adalah… senyum indah sang istri yang akan membukakan pintu saat anda sampai dirumah, segelas teh hangat lagi dan makan malam yang sederhana tapi lebih nikmat dari restoran paling mahal sekalipun…

Sekarang coba bayangkan jika yang terjadi adalah sebaliknya, bangun tidur ketemu wajah itu lagi itu lagi, serasa melihat pakaian kusut… mungkin masih disediain minuman hangat dan sarapan, tp apa rasanya? hambar? atau mungkin malah sama sekali susah ditelan? haha kita ga usah bahas panjang-panjang yg negatif ok…?

Nah… sekarang pasti anda bertanya-tanya bagaimana semua hal indah itu bisa terjadi… gmn?

Simpel dan klise tp ini kenyataan… hanya satu kata “saling”…. tentunya dalam hal positif…

Coba kita lihat apa aja yang bisa dikembangkan dari kata “saling”
– Ketika anda melihat senyum tulus, cobalah untuk membalasnya dengan senyum tulus juga
– Ketika anda menikmati teh hangat cobalah ucapkan terima kasih dengan tulus dan tawarkan teh dalam genggaman anda  itu…
– Ketika anda diberikan waktu untuk menikmati kesendirian anda, berikan jugalah waktu untuknya…
– Ketika anda dimengerti olehnya, cobalah untuk mengerti perasaan dia…
– Ketika dia belajar memahami keadaan anda, pekerjaan anda, sikap anda, dan semua tentang anda… lakukanlah hal yang sama padanya…

Masih ada sangat sangat banyak hal yg bisa kita lakukan dalam hal positif dengan kata “saling” yang tidak mungkin kita jabarkan sekarang…

Semua itu akan menciptakan suasana yang saaaaangat nyaman dirumah, kasur kempes serasa springbed mahal, masakan istri yg keasinan serasa masakan koki terkenal, teh buatan suami yg kemanisan serasa teh impor dari cimanuk,ups.. asap knalpot mobil suami saat dia pergi serasa parfum itali, bahkan wajah suami yg jelekkkkkk banget jd setampan brad pitt, istri seperti susi similikiti bisa terlihat secantik tulip langka dari belanda…

Dan semua itu menjadikan hidup anda bisa sesuai dengan apa yang anda inginkan, impian jadi kenyataan, hari-hari selalu bahagia, pekerjaan berat terasa ringan, sukses dengan cepat, rejeki tak henti-henti menghampiri ga tau dari mana aja…

Jadi?? apa yang mau anda lakukan?? saya menulis ini bukan sebagai pilihan untuk anda, tapi ini jalan yang harus anda jalani, bahagiakan orang lain, maka bahagia juga diri anda… jadikan gubuk kecil anda sebagai surga… sekarang juga pikirkan satu poin pertama yang akan anda mulai… sisanya terserah anda mau bagaimana membuat rumah anda terasa seperti surga…

Berpikir positif, bermimpi, berusaha dan berdoa…

Zhu

Persahabatan…

Apa arti persahabatan buat kamu?

Segala sesuatu yang kita alami saat bersahabat memang tidak selalu indah, terkadang menyebalkan, menyakitkan, dan penuh dengan rasa tidak nyaman lainnya…

Persahabatan tidak terbentuk begitu saja, harus melalui tahap-tahap yang cukup panjang layaknya menempa sebilah pedang…

Itulah yang membuat persahabatan tidak boleh disia-siakan begitu saja…

Sahabat tidak pernah benar-benar bermaksud menyakitimu, tapi itu hanya sebuah petunjuk demi kebaikanmu…

Sahabat tidak menutupi kesalahanmu, tapi mengingatkanmu untuk tidak melakukannya lagi…

Sahabat tidak menutupi kesalahannya padamu, tetapi mengaku, meminta maaf dan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi…

Mungkin sebagian dari kita merasa persahabatan itu indah, tetapi sebagian lainnya merasa persahabatan itu menyakitkan dan susah untuk diterima dan dimaafkan…

Tetapi ingatlah…

Siapa yang berada disisi kita saat kita menghadapi masalah keluarga yang terasa berat….
Siapa yang menemani kita saat teman-teman selalu mementingkan dirinya sendiri..
Siapa yang berada disamping kita saat pasangan kita berulah dan membuat kita kesal…
Siapa yang mengasihi kita disaat kita merasa sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi…
Siapa yang masih berada disamping kita saat kita sudah tidak memiliki apapun…
Siapa yang menjadi penopang kita disaat kita merasa sudah tidak bisa bertahan…

Sahabatlah yang berusaha untuk selalu ada buat kita….

Sahabatku…
Jagalah dan peliharalah apa yang sudah kita tempa selama ini…
Jagalah perasaanku karena aku juga selalu berusaha menjaga perasaanmu…
Maafkanlah diriku karena aku juga selalu memaafkanmu…

Sahabatmu…

Stress Kerja dan Cara Mengatasinya

STRESS…

Era Globalisasi dan Modernisasi menuntut orang untuk bekerja lebih rajin dan kreatif untuk bisa bersaing dan bertahan hidup…

Hasil statistik di salah satu negara adidaya mengatakan bahwa 40% pekerja merasa pekerjaannya sangat menjadi tekanan, bahkan 25% pekerja merasa pekerjaan adalah hal yang paling membuat tertekan dalam kehidupan mereka.

Stress yang berlebihan akan membuat orang menjadi semakin terpuruk dengan kondisi yang ada, semakin susah melewati hari-harinya, bahkan ada yang sudah mengambil keputusan-keputusan konyol karena tidak sanggup menghadapi tekana yang didapatkan.

Tetapi stress dalam tahap tertentu bisa menjadi motivasi bagi seseorang untuk menyelesaikan tanggungjawabnya bahkan memberikan lebih dari yang diharapkan, berusaha bekerja dengan target yg ada, dan berusaha mencapai lebih dari target tersebut.

 

Apa saja indikasi stress sudah melewati batas kesanggupan seseorang?

Pelupa

Jika orang sudah kelebihan informasi dan tidak sanggup menampungnya, orang tersebut cenderung menjadi pelupa.

Kurang Konsentrasi

Management kerja menurun mengakibatkan banyak kesalahan-kesalahan yang terjadi akibat kurangnya konsentrasi.

Atensi Menurun

Kelebihan tekanan yang ada membuat orang fokus untuk mengurangi tekanan tersebut, sehingga kurang memberikan atensi pada lingkungan sekitarnya.

Tidak Bersemangat

Sama halnya dengan poin atensi, dimana orang menghabiskan energinya untuk mengatasi stress yang dihadapinya sehingga kurang bersemangat karena energinya sudah tersita untuk mengatasi stress tersebut.

Emosi Labil

Tekanan yang berlebihan membuat kepedulian terhadap sesame menjadi menurun, sehingga emosi pun menjadi labil yang berakibat seringnya terjadi konflik dengan lingkungan sekitar karena emosi yang sudah susah dikontrol, kesabaran berkurang,dll.

Mulai mendapat gangguan penyakit

Otot-otot terasa sakit, mudah sakit kepala dan beberapa penyakit lainnya bisa timbul akibat stress yang dihadapi, bahkan sampai gangguan jantung pun bisa. Dan yang paling sering timbul adalah penyakit lambung (maag) yang terus menerus menghampiri.

 

Apa saja yang bisa kita lakukan untuk menghindari dan mengatasi hal-hal tersebut?

1. Berteriak

Jika memungkinkan atau anda punya tempat untuk melakukannya, berteriak bisa mengurangi takanan yang memendam dalam diri anda.

 2. Relaksasi

Manjakan diri anda sesaat dengan posisi duduk atau tiduran yang nyaman, tarik nafas dalam-dalam dan keluarkan perlahan, nyamankan diri anda sebisa mungkin.

 3. Tertawa

Bukan asal tertawa sendiri jika anda tidak mau dibawa teman anda ke rumah sakit jiwa, cari bahan tertawa, bergurau dengan teman kerja, atau menonton video-video lucu dari youtube,dsb.

 4. Ungkapkan penyebab stressnya

Ungkapkan apa yang menjadi penyebab stress anda pada orang tepat yang tentu anda yang paling tahu siapa orang tersebut, niscaya itu akan mengurangi stress anda.

 5. Tidur cukup

Biasakan tidur dengan waktu yang cukup, dimana anda bisa bangun dalam keadaan segar, ini akan membantu anda mengontrol emosi anda sehingga stress tidak terlalu menjadi beban bagi anda

 6. Libur dan lupakan pekerjaan sesaat

Minta waktu untuk cuti jika bisa, berliburlah dan jangan pikirkan pekerjaan anda saat berlibur.

 7. Pandang segalanya dari sisi positif

Apa kata Einstein? Semua hal itu relatif, bagaimana anda menyikapinya saja, semua hal itu ada baik dan buruknya, bagaimana anda memandangnya, nah jika kita bisa dan pasti bisa memandang tekanan itu sebagai motivasi hidup, kenapa kita harus memandang semua itu sebagai beban…

 

Jadi tidak jauh dari tujuan utama saya menulis blog ini, selalu berpikir… positif…

Mudah-mudahan membantu anda mengurangi stress yang anda hadapi….

Delapan hadiah Terindah

1.Kehadiran
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang bisa juga hadir lewat surat, telepon, foto, atau faks. Namun dengan berada di sampingnya, dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran sebagai pembawa kebahagiaan.

2.Mendengar
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan ketimbang mendengarkan, sudah lama diketahui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan dalam keadaan betul-betul relaxs dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.

3.Diam
Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya “ruang”. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik, bahkan mengomel.

4.Kebebasan
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya ? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah “Kau bebas berbuat semaumu”. Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

5.Keindahan
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika mengkadokannya tiap hari! Selain keindahan penampilan pribadi.

6.Tanggapan Positif
Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negative terhadap pikiran, sikap, atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf) adalah kado indah yang sering terlupakan.

7.Kesediaan Mengalah
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila memikirkan hal ini, berarti siap memberikan kado “kesediaan mengalah”. Okelah, mungkin kesal atau marah karena telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa musti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut? Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

8.Senyuman
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputus-asaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan syarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali kita menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi?

sumber : reeleks

Apa Manfaat Kebahagiaan di Tempat Kerja?

“It’s not just only business it is the process how we could bring happiness for all of customer and people around us.” – Tony Hsieh

Berikut adalah 10 alasan mengapa kebahagiaan di tempat kerja adalah alasan nomor 1 untuk meningkatkan produktifitas, seperti yang dijabarkan oleh Alexander Kjerulf:

1.  Orang-orang yang bahagia bekerja lebih baik dengan orang lain
Mereka akan lebih menyenangkan dalam bergaul dan tentunya akan memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang lain. Ini akhirnya:

  • Kerjasama yang lebih baik
  • Hubungan yang lebih baik dengan bawahan (bila manager/supervisor)
  • Pelanggan yang lebih puas (bila di bidang jasa)  Meningkatnya penjualan (bila di bidang penjualan)

2. Orang-orang yang bahagia lebih kreatif
Ketika produktifitas perusahaan Anda sangat tergantung dengan adanya ide-ide baru, orang-orang di perusahaan Anda harus bahagia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Teresa Amabile, ia mengatakan “ketika orang-orang dalam mood yang baik di hari apapun, mereka akan lebih memiliki ide-ide yang kreatif hari itu dan hari keesokannya.”

Sepertinya ada proses cognitive yang terjadi ketika orang merasakan rasa senang yang menjadikannya lebih fleksibel, lebih lancar berbicara dan memiliki pikiran-pikiran yang original. Lalu kemudian masih terbawa ke keesokan harinya.

3. Orang-orang yang bahagia memperbaiki masalah dan bukan mengeluh tentang masalah.

Ketika Anda tidak bahagia, maka kerikil pun terlihat seperti gunung. Menjadi sangat sulit untuk memperbaiki masalah atau menemukan solusi-solusinya tanpa mengeluh terlebih dahulu. Ketika Anda bahagia di tempat kerja – tidak ada pilihan lain tetapi langsung mencari jalan keluarnya.

4. Orang-orang yang bahagia memiliki lebih banyak energi.

Orang-orang yang bahagia memiliki lebih banyak energi dan tentunya lebih efisien dalam melakukan segala hal.

5. Orang-orang yang bahagia lebih optimis.

Orang-orang yang bahagia memiliki cara pandang yang lebih positif dan optimis. Penelitan pun menemukan (terutama penelitian oleh Martin Seligman di bidang positive psychology) bahwa orang-orang yang optimis jauh lebih sukses dan produktif. Seperti yang dikatakan “ketika Anda percaya bahwa Anda bisa atau tidak bisa, Anda benar!”

6. Orang-orang yang bahagia lebih termotivasi.

Motivasi yang rendah berarti produktifitas yang rendah. Dan satu-satunya cara untuk termotivasi secara konsisten adalah dengan menjadi bahagia. Dan ini sebabnya motivasi dengan memberikan uang/makanan/hadiah tidak memiliki dampak yang besar dan lama.

7. Orang-orang yang bahagia tidak sering sakit.

Sakit adalah pembunuh produktifitas. Dan ketika Anda tidak bahagia terutama menikmati pekerjaan Anda, maka Anda akan lebih mudah terkena penyakit, termasuk maag, kanker, diabetes dan jantung. Anda pun akan lebih cepat stres dan lelah.

8. Orang-orang yang bahagia belajar lebih cepat.

Ketika Anda senang, bahagia dan rileks, maka Anda akan lebih terbuka untuk mempelajari hal-hal baru di tempat kerja dan akhirnya meningkatkan produktifitas.

9. Orang-orang yang bahagia tidak terlalu khawatir tentang membuat kesalahan – dan akhirnya melakukan kesalahan lebih sedikit.

Ketika Anda bahagia, sekali-kali melakukan kesalahan tidak akan terlalu mengganggu Anda. Anda akan cepat bangkit dari kesalahan tersebut, belajar dari hal tersebut dan maju kembali. Anda juga akan lebih mudah mengakui kesalahan Anda ke orang lain – mengambil tanggung jawab atas hal tersebut, meminta maaf dan kemudian memperbaikinya. Sikap yang rileks ini menjadikan seseorang untuk melakukan lebih sedikit kesalahan dan lebih belajar dari kesalahan tersebut.

10. Orang-orang yang bahagia membuat keputusan yang lebih baik.

Orang-orang yang tidak bahagia biasanya selalu dalam krisis. Fokus mereka menjadi lebih sempit dan sulit untuk melihat gambaran besarnya. Biasanya langsung masuk ke survival insticts dan keputusan yang ada hanya untuk jangka pendek. Kebalikannya, orang-orang yang bahagia lebih bisa mengambil keputusan berdasarkan informasi yang lebih baik dan juga lebih pandai dalam memprioritaskan pekerjaan mereka.

Source: http://positivesharing.com/2007/03/top-10-reasons-why-happiness-at-work-is-the-ultimate-productivity-booster/

Empat Dimensi Kesuksesan…

Psychological Capital (by Fred Luthans & friends) atau modal psikologis berperan besar dalam menentukan keberhasilan, melalui beragam penelitian pikologis dan eksperimen saintifik, buku Fred Luthans ini mencoba mencari modal apa saja yang memiliki peran besar dalam sebuah kesuksesan, mau tahu? lanjutin baca yah…

Ada 4 dimensi yang ditemukan berpengaruh besar dalam sebuah kesuksesan, yaitu :

Resiliency

Resiliency adalah kemampuan untuk untuk terus bertahan bahkan ketika dihadapkan pada tekanan atau tekanan yang terus datang menghadang, bahkan cobaan seberat apapun dan termasuk kegagalan.

Sambil bertahan terus mencari cara untuk menemukan cara keluar dari tekanan itu, dan menghasilkan solusi yang cerdas.

Self – Efficacy

Ini adalah tipe orang yang percaya diri dan suka dengan tantangan, orang-orang yang percaya pada kompetensi dirinya, dan yakin bisa mengelola beragam sumber daya untuk menjalani berbagai tantangan yang dihadapi. Orang-orang seperti ini biasanya suka mengeset target untuk diri sendiri dan bahkan memilih pekerjaan yang sulit ketimbang yang mudah.

Hope

Dimensi yang satu ini bukan berarti hanya berharap sesuatu yang positif datang menghampiri kita. Tetapi membentuk, menciptakan dan merajut jalan yang bisa kita jadikan harapan dan bisa digenggam erat sebagai suatu arah yang jelas. Jika kita hanya berharap, maka kemungkinan harapan itu akan terbang begitu saja, menguap ditengah teriknya matahari.

Optimism

Optimisme adalah keyakinan kita bahwa kita akan mendapatkan sesuatu yang positif, dalam hal apapun yang kita lakukan, tugas, pekerjaan bahkan dalam menjalani hidup kita. Ketika harus berhadapan dengan hal-hal negatif, orang yang optimis hanya akan menganggap itu sebagai sesuatu yang bersifat sementara dan spesifik, sementara dalam artian hanya sesaat dan spesifik dalam artian hanya terjadi untuk masalah yang sedang dihadapi, bukan untuk setiap masalah yang datang. Dengan begitu orang optimis akan melihat sebuah masalah maupun hal negatif sebagai sesuatu dengan kacamata positif, sehingga tidak meratapi kegagalan, sedih berkepanjangan dan menyesal, dan tidak terjebak pada masa lalu.

Nah 4 dimensi diatas, membuat kita selalu bisa melangkahkan kaki kedepan dengan keyakinan positif, dan menggapai semua bentuk kesuksesan yang menunggu kita didepan….

Keep Positive, Take Any Chance, Enjoy Your Life….

source : blog strategi manajemen & Buku Psychological Capital (by Fred Luthans & friends

Seni Memaksimalkan Daya Tarik

Seni Memaksimalkan Daya Tarik

Memiliki kepribadian yang menarik pasti diidamkan setiap insan. Saya, kamu, maupun siapa saja. kehadiran pribadi yang menarik selalu dinanti-nantikan banyak orang. Ketiadaannya dirindukan.

Pertanyaannya, kualitas istimewa APA yang ada pada manusia, yang bisa membuat orang lain kagum dan terpesona? Dan… KAMU-kah orangnya?

Sebagian orang mungkin berpikir hanya orang-orang yang cantik, ganteng secara fisik, pintar, atau bahkan kaya yang memiliki daya tarik? Sebenarnya tidak demikian!

Setiap orang berpotensi untuk menjadi seorang insan yang memiliki daya tarik tinggi, menjadi sosok yang dielu dan diharapkan. Termasuk kamu sendiri! Pesona Kamu bisa ditumbuhkan dan diciptakan dengan energi positif yang Kamu miliki.

Bagaimana memunculkan aura positif kamu agar membuat ketertarikan bagi yang lainnya?

Berikut adalah 7 Seni Memaksimalkan Daya Tarik:

1. Terus berbuat baik tanpa pernah menghitungnya

Lakukan kebaikan layaknya menulis diatas pasir dan pahatlah di batu untuk setiap kesalahan yang Anda lakukan.

Artinya, lupakan setiap kebaikan kamu kepada orang lain, tak perlu menghitung. Sikap seperti ini akan melatih keikhlasan, dan pada saat terbiasa, kamu akan merasakan arti puas yang sejati.

2. Merendahlah Agar Kamu Menjadi Tinggi

Orang yang merendah justru banyak disenangi orang lain. Lain halnya dengan orang yang sombong, kerendahan hati merupakan perwujudan dari toleransi dan memiliki nilai yang tinggi.

Kerendahan hati dan kedamaian saling bertautan. Percayalah pada diri sendiri, dan singkirkan keinginan untuk selalu ingin membuktikan pada orang lain.

3. Jagalah Kemurnian

Tampilah ‘apa adanya’. Jadilah diri sendiri.  Untuk memiliki daya tarik kita tidak perlu menjadi orang lain. Menjadi diri sendiri jauh lebih bernilai ketimbang kita selalu ingin tampil ‘seperti orang lain’.

4. Jadilah Orang Yang Penuh Minat

Apa yang kamu katakan pada diri sendiri tentang kehidupan dan diri kamu sendiri, dari hari ke hari, adalah efek yang luar biasa.

Sepanjang waktu, lihatlah diri kamu sendiri sebagai pribadi yang menarik. Pertahankan perasaaan itu sejelas mungkin dalam pikiran.

Dengan sendirinya, ‘alam’ akan menarik segala hal yang penting untuk menyempurnakan perasaan dan pandangan kamu itu.

Jadilah orang yang selalu ceria, penuh harapan, dan buat dunia ini terpikat pada kamu!

5. Wajah Ceria

Tertawa itu sehat. Buat wajah kamu selalu ceria.

Saat kita tersenyum, otak akan bereaksi dan memproduksi endorphin (zat alami yang memindahkan rasa sakit). Selain itu, senyuman akan membuat kamu bisa rileks. Senyuman juga akan menebarkan kegembiraan pada orang lain.

Tekankan dalam pikiran, saat kamu bersama orang lain, bahwa senyuman dapat memperpendek ‘jarak’ antar orang lain.

6. Antusias dan Hasrat

Dua hal ini merupakan ibu yang melahirkan sukses. Antusias dan hasrat dapat mendatangkan uang, kekuatan dan pengaruh. Hal besar tak akan dapat dicapai tanpa antusias.

Yakin selalu pada apa yang kamu kerjakan. Kerjakan tiap pekerjaan kamu dengan penuh cinta. Masukan antusias dalam pribadi kamu, maka ia akan menciptakan hal yang luar biasa buat kamu.

7. Tata Krama

Tingkah laku, kesopanan dan kebaikan bisa membuat orang lain percaya pada kita. Tata krama yang baik akan membuat orang lain merasa nyaman dengan kita.

Tata krama merupakan sumber kesenangan, memberikan rasa aman, dan ini dilakukan dengan menunjukan penghormatan pada oran lain.

Bersikap sopanlah pada setiap orang yang kamu kenal, tidak peduli status dan kedudukan mereka. Perlakukanlah setiap orang dengan tata krama.

Nah, gimana tuh, ga susah kan..?

source : Anne Ahira

Art of Love…?

Setelah sekian lama mencoba mencari dan memahami yg namanya “Cinta”, semakin aku tidak mengerti apa yg dinamakan “Cinta”…

Seni bercinta susah untuk dijelaskan, hanya orang yang menggurat gores demi gores cinta itu sendirilah yang memahami apa arti dari karya yang sudah dibuatnya.

Cinta merupakan karya seni yang  sangat luar biasa yang memiliki banyak nilai-nilai yang tidak bisa kita jelaskan satu persatu.

Pria dan wanita punya keunikan tersendiri terhadap apa yang mereka sukai dari lawan jenisnya. Seorang Pria kebanyakan akan menyukai wanita yang ia pikir layak untuk disukai, dan dari sini pria dengan angkuhnya bersikap sok objektif dengan menyukai wanita yang cantik atau jika tidak cantik maka pria akan menyukai seorang wanita yang baik perilakunya(dalam pandangannya tentu).

Berbeda dengan pria, seorang wanita cenderung menyukai Pria yang menaruh perhatian lebih kepadanya.Seorang wanita sangat sensitif dalam merasa, mereka biasanya selalu tahu apakah seorang pria mulai memperhatikan mereka, lebih memperhatikan mereka atau malah kurang memperhatikan mereka. Disini jelas sangat tampak keunggulan seorang wanita yang susah sekali dipahami oleh pria.

Terkadang ada yang tidak berjalan sesuai rencana-rencana indah yang sudah disusun dengan rapinya…

Terkadang kita merasa sangat susah untuk menjalaninya, sangat susah menghadapinya, ingin lari, pergi dan menyerah ditengah jalan…

Tetapi cinta berkata “tidak”…

Semua memang terasa sangat tidak sempurna, tidak indah seperti yang dibayangkan, tetapi sangat berharga dan pantas untuk diperjuangkan… itulah seni dari cinta…

“Cinta” adalah seni untuk saling memahami apa yang ada dalam pikiran pasangan kita, seni untuk saling mengerti sesuatu yang disukai atau tidak disukai pasangan kita, seni disaat kita merasa ikhlas membantu masalah yang dihadapi pasangan kita, seni disaat kita merasa takut kehilangan dirinya, seni disaat kita tak ingin menyakiti dirinya, seni disaat kita selalu merasa ingin memujinya setiap saat dan seni dalam banyak bentuk lainnya lagi…

Lalu… apa itu “cinta” menurut kalian…?

Tak ada yang sempurna….

“Selama kita menggunakan kacamata “persepsi” kita, di dunia ini tidak akan ada orang yang sempurna di mata kita…”


Bila sudah ada persepsi dan cara pandang yang baku dalam diri kita, selalu saja kita dapat melihat kesalahan dan kekurangan orang lain, Selalu saja aku dapat menemukan sesuatu yang aku “anggap” sebagai kelemahan-kelemahan dalam diri orang lain. Dan kelemahan2 mereka, kesalahan dan kekurangan dalam diri mereka sungguh mengganggu pikiranku. Aku menjadi gelisah dan tidak tenang. Dan di kepalaku selalu muncul gambaran-gambaran akan kesalahan2 dan kekurangan2 mereka. Terutama hal semacam ini terjadi kepada mereka yang terlalu intelektual, dan lebih cenderung menggunakan logika daripada perasaan.

Aku ingat seringkali aku merasa kesal atas tanggapan-tanggapan istriku yang susah berpikir positif, dan selalu memberi jawaban yang membuatku merasa tidak nyaman untuk menceritakan apapun padanya, seringkali aku serasa ingin marah-marah padanya, dan memang terkadang aku marah atas tanggapan-tanggapan yang selalu menjelekkan orang atau memberi tanggapan negatif.

Aku berpikir, bagaimana bisa aku hidup dengan orang seperti itu, sementara aku selalu mengingatkan orang-orang untuk berpikir positif, bagaimana aku bisa hidup dengan orang yang membuatku merasa tidak nyaman… Bagaimana aku bisa hidup dengan orang yang membuatku tidak ingin pulang kerumah… Bagaimana????

Suatu malam aku merasa sangat jenuh atas semua perilakunya, semakin aku pikirkan semakin kesal rasanya, disaat aku membicarakan masalah yang aku hadapi dikantor, dia memberi tanggapan seakan semua hal negatif terkumpul dikantorku, aku merasa kesal dan ingin marah rasanya, tapi dalam keadaan sangat-sangat kesal aku berusaha menenangkan diri, bila aku marah dalam keadaan kekesalan menumpuk di pundakku, bisa meledak rasanya diriku…

Tapi justru karena menahan kekesalan inilah, aku malah tiba-tiba teringat… Sehari-hari, wanita inilah yang sudah mencuci bajuku, membersihkan tempat tidurku, menyiapkan pakaian kerjaku setiap pagi, memijatku saat pekerjaan membuat badanku terasa mau rontok… dan semua itu dia lakukan dengan sabar selama sekian lama…

Mengapa bukan hal itu yang aku perhatikan??? Mengapa aku tidak berterima kasih atas semua yang sudah dia lakukan, mungkin tidak semua yang dilakukannya adalah seperti yang aku mau, tapi dia sudah berusaha semampunya untuk menjadi istri yang baik buatku, tapi inilah batas kemampuannya, apa yang sudah aku lakukan sehari-hari sebagai suami? Aku berangkat kerja memakai pakaian yang sudah bersih, wangi dan rapi yang sudah dia siapkan bahkan sebelum aku keluar dari kamar mandi, dan aku hanya meletakkannya di tempat pakaian kotor sepulang kerja,  aku langsung merebahkan badanku sehabis mandi di malam hari, di tempat tidur yang sudah dia rapikan pagi tadi setelah aku berangkat kerja, aku merasa bugar dikantor untuk melaksanakan segala kewajibanku, karena tadi malam sebelum tidur dia memijatku dengan sepenuh hati sampai aku terlelap…

Lalu kenapa aku masih marah-marah padanya?

Tidak kuat rasanya menahan air mata yang ingin keluar… seorang wanita yang sudah sepenuh hati berusaha menjadi istri yang baik sudah aku kecewakan… aku berjanji akan memperbaiki diriku, bukan untuk orang lain… buat diriku juga… masalah tanggapan-tanggapan negatif terselesaikan begitu saja, bisa kita bicarakan baik-baik dan tidak perlu ada kemarahan yang meluap dari diriku lagi…

Maafkan aku sayang…