Satu Karya Sebelum Aku Pergi….

Terus Berkarya…berkaryaJangan berhenti. Bukan karena berhenti akan menghambat laju kemajuan anda. Namun sesungguhnya alam mengajarkan bahwa anda tak akan pernah bisa berhenti.

Meski anda berdiam diri di situ, bumi tetap mengajak anda mengelilingi matahari. Maka bergeraklah, bekerjalah, berkaryalah. Bekerja bukan sekadar untuk meraih sesuatu. Bekerja memberi kebahagian diri. Itulah yang diharapkan oleh alam dari diri anda.

Air yang tak bergerak akan lebih cepat busuk. Kunci yang tak pernah dibuka lebih mudah serat. Mesin yang tak dinyalakan lebih gampang berkarat. Hanya perkakas yang tak digunakanlah yang disimpan dalam laci berdebu.

Alam telah mengajarkan ini; jangan berhenti berkarya, atau anda segera menjadi tua dan tak berguna.

Dalam Sebuah Pikiran…

dalam pikiranHal-hal kecil? Adakah hal-hal kecil itu? Sekuntum bunga Edelweis yang tumbuh di lereng gunung mungkin hal kecil yang remeh bagi penduduk sekitar. Namun tidak bagi pendaki yang memetik dan memajangnya di meja sebagai cendera mata kebesaran petualangannya yang gagah berani.

Dan hal-hal besar? Adakah hal-hal besar itu? Persoalan patah hati bagi seorang gadis mungkin hal terberat yang membuatnya hilang kesadaran. Namun tidak bagi pasangan yang telah menempuh perjalanan hidup yang panjang berliku. Jadi, seberapa besarkah hal kecil? Dan, seberapa kecilkah hal besar? Dimanakan letak alat ukur nilai besar dan kecil?

Semua itu berada dalam alam pikiran anda. Besar, kecil, penting, atau sepelenya suatu hal sebanding dengan seberapa besar dan kecilnya “ke-aku-an” anda memandang. Apa yang ada dihadapan ini melintas apa adanya. Bila anda melihatnya secara apa adanya, maka tidak perlu ada kecemasan, ketakutan, atau bahkan keinginan untuk sebuah kehormatan, apapun itu.

Yang Paling Bertanggung Jawab…

tanggung jawab kegagalanKalau anda ingin menyalahkan orang yang paling bertanggungjawab atas kegagalan anda dalam hidup, maka anda bisa mulai dengan menyalahkan diri sendiri? Kenapa demikian?

Karena andalah sendiri yang mengambil keputusan untuk gagal. Bukan atasan anda yang galak. Bukan anak buah anda yang susah diatur. Bukan istri anda yang tidak sejalan. Bukan suami anda yang tidak pengertian. Bukan teman di kantor yang menggosipkan anda. Tetapi karena anda sendirilah yang memutuskan, mengambil keputusan dengan penuh kesadaran, untuk gagal.

Seorang pesenam dari Jepang meraih medali emas impiannya setelah menari dengan indah di Olympiade. Padahal hari sebelumnya, tumitnya retak dan dokter mengatakan dia akan cacat seumur hidupnya. Rasa sakit dikalahkan oleh kemauan yang kuat untuk mempersembahkan medali emas bagi negaranya.

Sepasang mahasiswa drop-out memulai sebuah perusahaan software kecil-kecilan yang sama sekali tidak diperhitungkan akan menjadi besar. Kini Bill Gates dan Tim Allen merupakan dua orang legenda software dunia padahal hanya berijazah high school (SMA).

Tembok Yang Kokoh…

tembok kokohSebuah tembok, terdiri dari dua hal, batu bata dan semen. Tanpa keduanya, tidak ada benda yang bernama tembok. Besar ataupun kecil. Batu bata yang tidak disemen, tidak akan bisa menjadi tembok yang kokoh, dan apalah artinya tembok tanpa kekokohan.

Hal yang sama juga terdapat dalam hidup kita. Hidup kita terdiri atas waktu alasan untuk hidup. Adalah sia-sia apabila kita menyusun hidup kita jam demi jam, hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun, tanpa menyadari alasan kita hidup. Sama seperti tembok yang terbuat oleh abut bata yang tidak disemen, mudah goyah.

Kekokohan hidup kita bagai tembok yang disemen? Hanya alasan untuk hidup kita yang membedakan antara hidup yang kokoh dan yang rontok oleh goncangan. Kita memang tidak pernah bisa menghindari semua goncangan, namun kita selalu bisa menyusun alasan untuk hidup yang kokoh.

Temukan alasan hidup anda hari ini, agar hidup anda bagai tembok yang kokoh, sama seperti anda meletakkan semen diantara batu-batu bata.

Saat Yang Paling Sempurna…

saat sempurnaMungkin ada sesuatu yang selalu anda ingin kerjakan. Sebuah hasrat untuk mengerjakan sesuatu yang anda cita-citakan. Mengapa anda tidak coba mengerjakannya hari ini? Hari ini adalah saat paling sempurna untuk memulainya. Dari semua hari yang tersedia, tidak ada yang lebih tepat daripada hari ini.

Anda menginginkan kesempurnaan? Berangkatlah dari yang tidak sempurna terlebih dahulu. Perbaiki satu bagian demi satu bagian, maka apa yang anda inginkan akan terwujud di depan mata. Tidak ada karya besar yang muncul dengan sekali duduk.

Mengambil langkah pertama tidaklah sulit. Semuanya ada di dalam jangkauan anda, termasuk hari ini. Jadi tunggu apa lagi, yang terpenting adalah anda memulainya sekarang, karena anda adalah pemilik hari ini.

Mengapa tidak besok? Karena hari esok belum tentu ada.

One response to “Satu Karya Sebelum Aku Pergi….

  1. semangat!!!!!! lakukan apa yang bisa hari ini anda kerjakan. jangan menunggu hari esok, karena hari esok belum tentu ada.
    GBU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s