Setetes Ego…

Bila EGO sudah bekerja, selalu saja kita dapat melihat kesalahan dan kekurangan orang lain, Selalu saja Hendra dapat menemukan sesuatu yang dia “anggap” sebagai kelemahan-kelemahan dalam diri orang lain. Dan kelemahan2 mereka, kesalahan dan kekurangan dalam diri mereka sungguh mengganggu pikiran Hendra. Hendra menjadi gelisah dan tidak tenang. Dan di kepala Hendra selalu muncul gambaran-gambaran akan kesalahan2 dan kekurangan2 mereka. Terutama hal semacam ini terjadi kepada mereka yang terlalu intelektual, dan lebih cenderung menggunakan logika daripada perasaan.

Pernah suatu saat Hendra marah pada mamanya karena di saat dia sedang asik menonton mama berteriak-teriak memanggilnya, “mengganggu konsentrasi saja!!!” “lagi asyik nonton nih ma… jangan ganggu donk!!! Huu.. uuhhh!!!” demikian balasan Hendra…

Mama terdiam dan berjalan lesu ke dapur, dalam hati mama sempat merasakan sakiiiiiit banget rasanya, tapi hanya mama yang tahu rasanya…

Hari demi hari Hendra selalu bersikap seperti itu… Tidak pernah dipikirkannya perasaan mama saat dia menghardik atau membentak mama… Setetes ego karena dia adalah anak satu-satunya mama telah membutakan dirinya…

Pernah suatu hari Hendra menitip membeli makanan pada mama yang memang sengaja menelepon Hendra dalam perjalanan pulang dari kantor untuk menanyakan makanan yang diinginkannya, saat mama tiba dirumah dan makanan telah disiapkan, wajah Hendra terlihat galak dan dia tiba-tiba membentak mama, “Mama gimana sih, saya kan sudah bilang kolnya digoreng!!! digoreng ma…!!! ngerti ga sih..!!! gitu aja salah… Huh!!!!

Mama hanya meminta maaf dan membiarkan Hendra pergi meninggalkan meja makan, padahal mama baru saja mau mengeluarkan kol yang berada di plastik berbeda yang belum dibuka. Mama hanya tersenyum lalu duduk makan sendirian suap demi suap dengan beratnya… Di sela-sela makannya, mama masih sempat bergumam.. “Mama sayang kamu Hendra, tidak mungkin mama melupakan sedetikpun kata-kata yang keluar dari mulut anak kesayangan mama, apalagi kol goreng kesukaanmu”

Hingga pada suatu hari sepulang kerja, mama tiba-tiba terbatuk keras dan mengeluarkan darah dari mulut, Hendra terkejut dan langsung membawa mama ke dokter, sepulangnya dari dokter, Hendra hanya bisa berdiam diri dan menyesali satu demi satu perbuatan yang sudah dia lakukan…

Mama yang sudah bertahun-tahun merawatnya, menyediakan makanan saat dia lapar, mencuci piring kotor bekas dia makan, mencuci dan menyeterika baju yang selalu dilemparnya kemana saja dia suka saat tiba dirumah, dia perlakukan seperti itu, sungguh menyesal Hendra memikirkan semua perbuatannya, ingin rasanya saat itu dia memeluk mamanya sambil meminta maaf atas perbuatannya…

Tetapi itu semua tidak mungkin terjadi, mama terbatuk-batuk keras dan muntah darah di rumah sakit tempat dia memeriksakan diri ke dokter, lalu mama terjatuh pingsan dan itulah terakhir kalinya Hendra melihat mama dalam, mama meninggal dunia setelah terjatuh ke pangkuan Hendra… Ternyata mama mengidap kanker paru-paru dan menyembunyikannya dari Hendra anak satu-satunya yang sangat disayanginya… Mama tidak mau Hendra bersedih dan kehilangan semangat hidupnya…

Saya yakin, kalian semua tidak mau menyesal seperti Hendra bukan…?

Jadi…
Sayangilah mama… yang sudah menghabiskan sebagian besar hidupnya hanya untuk kamu… sekarang juga, katakan pada mama kalau kamu sayang pada mama…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s