Monthly Archives: March 2010

Ketulusan, Keindahan dan Kebahagiaan…

Alkisah ada seorang putri raja yang cantik dari sebuah kerajaan, putri yang memiliki kulit putih dan paras sangat cantik itu memiliki sebuah berlian langka berwarna putih yang sangat cantik, pemberian ibunya saat masih hidup dan selalu bersamanya… berlian putih itu indah dan cantik, secantik paras putri raja itu sendiri… putri sangat menyukai berlian putih pemberian ibunya itu, setiap hari dipandanginya berlian putih itu sambil menikmati secangkir teh hangat, sambil mengingat cerita-cerita, kebaikan dan nasihat-nasihat dari ibunya yang membuat putri menjadi seorang wanita dewasa yang sangat disenangi rakyat di kerajaannya itu…

Hingga suatu hari, saat putri bangun pagi, putri mengambil berlian putih itu dan ingin melihat sinar mentari pagi menembus berlian putih itu, tanpa sengaja berlian putih itu terlepas dan terjatuh ke lantai, tergesa-gesa putri mengambil berlian putih itu dan membersihkannya, namun sayang ternyata ada goresan sangat dalam pada berlian putih itu, ditambah sedikit pecahan pada salah satu sudut berlian berlian itu…

Putri sangat sedih dan menjadi murung berhari-hari… putri menikmati kesendiriannya dalam kesedihan 7 hari 7 malam lamanya, hingga ayahnya pun khawatir melihat putri.. sang raja kemudian memanggil ahli permata terhebat di negara itu untuk memperbaiki berlian putih itu, namun para ahli permata itu menyerah karena cacat pada berlian putih itu sangat dalam dan tidak bisa dikembalikan ke bentuk semula….

Semakin sedih putri mendengar kabar itu… namun sang raja tidak mau menyerah begitu saja demi sang putri, anak semata wayang kesayangannya itu…

Sang raja pun mengadakan sayembara, dan memanggil siapapun yang merasa bisa mengembalikan bentuk berlian putih itu…

Sekian banyak orang yang datang silih berganti, namun tidak berhasil dan menyerah begitu saja… Hingga suatu siang, datanglah seorang pemuda miskin dengan baju lusuhnya berjalan pelan memasuki gerbang kerajaan, semua orang tertawa melihat pemuda miskin itu, bahkan pengawalpun berusaha mengusirnya, mendengar keributan, sang rajapun menghampiri pemuda itu dan berkata,”silahkan masuk dan lanjutkan niat baikmu wahai pemuda baik hati, bahagiakanlah putriku dengan kemampuanmu..”

Sang pemuda pun kembali melangkah masuk dengan mata berbinar, setelah sekian lama memandangi berlian putih itu, sang pemuda berkata, “maaf tuan raja.. saya tidak bisa mengembalikan bentuk berlian putih ini, tapi jika saya diijinkan mengubah bentuk berlian ini, saya yakin bisa membahagiakan putri tuan raja…”

Sang raja berpikir sambil mengelus jenggot tebalnya, lalu berkata… “baiklah, silahkan kau bawa berlian putih itu, kuberi kau waktu satu minggu, namun jika ternyata putriku tidak bahagia, kupenggal kepalamu…”

Pemuda itu berjalan bahagia keluar dari kerajaan, dan memulai pekerjaannya hari demi hari… seminggu berlalu dan pemuda itupun kembali ke kerajaan, dibawanya berlian putih itu dan iapun bertemu dengan sang raja dan putrinya…

“Tuan raja dan tuan putri, saya mengubah berlian putih ini menjadi sebuah mawar putih, setahu saya sejak kecil putri raja sangat-sangat menyukai mawar putih, makanya saya memahatnya menjadi sebuah mawar… lihatlah tuan raja dan tuan putri, berlian putih ini menjadi sebuah mawar putih dengan penuh kilauan yang sangat indah… seindah tuan putri…”

Tuan putripun tersenyum bahagia dan meminta ayahnya untuk memberikan semua hadiah yang diinginkan pemuda itu, namun pemuda itu kembali berkata.. “Tuan raja dan tuan putri, hamba tidak bermaksud lancang menolak pemberian dari kerajaan, tetapi saya melakukan semua ini dengan setulus hati saya, saya sangat menyayangi putri sejak dia kecil, kebahagiaannya merupakan hadiah paling luar biasa buat saya, ijinkan saya keluar dari kerajaan tanpa membawa apapun, karena saya… sudah sangat bahagia melihat senyum bahagia putri raja…”

note : Sudah merasa tulus mengerjakan segala sesuatu? cobalah untuk melakukan segala sesuatu setulus hatimu, maka kamu akan sangat bahagia mengerjakan apapun, dan yang tidak kalah penting, kamu bisa membahagiakan orang lain disekitarmu… apa jadinya jika tidak ada ketulusan hati pemuda miskin itu…? mari kita ambil hikmah dari cerita ini, dan mulai melakukan segala sesuatu dengan tulus….

Advertisements

Jangan Mengeluh….

Saya manusia tak sempurna layaknya manusia lainnya, saya terkadang masih mengeluh dan tidak puas akan kehidupan yang saya miliki…. Bahkan jujur saja sebelum saya menuangkan tulisan ini saya sempat mengeluh atas perasaan yang harus saya rasakan… namun justru menjadi inspirasi buat saya untuk membuka hati kita semua…

Belajarlah untuk tidak mengeluh, semua yang kita hadapi adalah pilihan kita sendiri, semua yang kita hadapi adalah hasil perbuatan kita di masa lalu….

Bertanggungjawablah atas pilihan yang sudah kita buat, karena kita tidak tahu pasti apa yang akan terjadi setelah pilihan itu kita buat….

Saya punya cerita tentang seorang pria yang sangat merindukan sosok ibunya di pulau seberang….

Waktu selalu menjadi kendala baginya untuk bisa bertemu dengan ibunya, kesibukan yang harus dia lewati sehari-hari, pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, dll….

Sampai pada suatu hari dia mendapat ijin dari tempat dia bekerja untuk beberapa hari, tanpa berpikir panjang pria itu segera memesan tiket pesawat untuk pulang menemui ibu yang sangat dicintainya… Itu pilihan yang tidak perlu dipikirkan terlalu lama lagi buatnya…

Namun naas ditengah perjalanan pesawat mengalami gangguan pada salah satu mesinnya… Pesawat mulai bergoncang… Pramugari mengingatkan semua penumpang untuk kembali ke tempat duduk masing-masing dan memakai sabuk pengaman, sesaat kemudian pesawat bergoncang lebih hebat lagi dari sebelumnya… semua penumpang panik dan berdoa… Selang oksigen berhamburan keluar dari atas kursi penumpang…

Tak lama kemudian terdengar suara ledakan cukup keras disebelah kiri pesawat… Tak lain tak bukan, salah satu pesawat mesin meledak dan memecahkan semua jendela pesawat… Semua penumpang terlihat semakin panik kecuali satu orang… Yap, si pria yang ingin mengunjungi ibunya… Pria itu berdoa dengan tenangnya supaya masih bisa bertemu dengan ibunya dan membahagiakan ibunya, sekian lama waktu yang ditunggu-tunggu semoga ada kesempatan untuk membahagiakan ibunya dengan senyum ramahnya yang sudah dirindukan ibunya diseberang sana…

Begitu doa selesai dipanjatkan, pesawat menukik tajam kelaut, sentuhan pertama ke permukaan laut memporakporandakan badan pesawat, pria itu terlempar ke laut dan untungnya dalam keadaan memakai pelampung, sebagian besar penumpang meninggal seketika saat pesawat terpecah berantakan menyentuh permukaan laut…

Beberapa penumpang yang selamat, berusaha menyelamatkan diri sendiri dengan segala cara, bahkan dengan merebut pegangan penumpang lain yang sudah mendapat pegangan pada serpihan-serpihan pesawat…

Hampir semua penumpang terlihat stress, panik, menangis dan mengeluh tanpa henti… Hanya pria itu yang masih berusaha membantu orang lain dan sesekali berdoa untuk semua orang disana…

Salah satu penumpang yang dibantunya melihat pria itu lalu bertanya… “Kenapa kamu terlihat tenang dan masih sempat-sempatnya membantu saya?” Pria itu menjawab dengan suara beratnya dan dengan tenang pula… “Saya masih berbahagia berada disini sekarang, jika saya selamat.. saya bisa bertemu dengan ibu saya di seberang sana, tapi jika saya tidak selamat berarti saya bisa bertemu ayah saya di surga.. nothing to loose..”

Penumpang yang dibantunya itu pun terheran-heran dan mengangguk senyum pada pria itu lalu berkata.. “Sebaiknya saya berhenti mengeluh dan saya yakin kita semua akan selamat… terima kasih sudah membuat saya optimis untuk terus berjuang hidup, saya tidak pernah sebahagia ini seumur hidup saya”

Note : teman-teman perhatikan semua kejadian ini, dalam keadaan apapun jika kita tetap bersyukur, berserah pada-Nya, dan mempertanggungjawabkan segala pilihan yang kita buat… maka kita akan merasa bahagia selalu, bahkan kita bisa membuat orang lain bahagia… jadi… tidak ada gunanya mengeluh…

Kebahagiaan….

Hari ini saya mau berbagi kebahagiaan seperti orang-orang yg akan saya ceritakan dalam tulisan kali ini….

Beberapa menit sebelum saya menuangkan tulisan ini, saya baru saja mengingatkan seseorang untuk tidak menunda jika mau membahagiakan orang….

Kebahagiaan itu berantai, menular dan memiliki efek yang luar biasa.. Bisa merubah perilaku orang, merubah suasana hati seseorang, dan merubah banyak hal lainnya…

Ada cerita seorang pria yang sudah sangat lama selalu menghabiskan waktu dengan bekerja dan bekerja, hanya pekerjaannya yang selalu dia pikirkan, setiap hari selalu terlihat serius mengerjakan pekerjaan demi pekerjaan… tetapi ada satu hal yang selalu dia sempatkan, “membahagiakan orang disekitarnya…”

Pada suatu pagi saat hendak berangkat kerja, didepan pintu dia bertemu seorang pria tua yang sedang melangkahkan kaki hendak masuk ke dalam taksi, namun krn mendengar suara pintu gerbang dibuka, pria tua itu menoleh padanya…. saat itu juga dia melemparkan senyum ramah kepada pria tua itu…

Berangkatlah pria tua itu dengan taksinya, sepanjang perjalanan pria tua itu merasa bahagia, karena pagi harinya dia memulai hari dengan mendapatkan senyum ramah dari orang… Sesampainya ditujuan, pria tua itu membayar dengan selembar dua puluh ribuan untuk argo yg menunjukkan lima belas ribu rupiah sambil berkata “pak, ambil saja kembaliannya untuk bapak…”

Supir taksi itupun berterima kasih berkali-kali sambil tersenyum bahagia, dia tidak langsung menjalankan taksinya karena mendapatkan uang lebih itu, dia memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu karena dia punya uang lebih dan sejak pagi tadi dia menahan lapar karena belum ada duit setoran sedikitpun….

Setelah sarapan, kembalilah supir itu mencari penumpang dengan perut kenyang dan perasaan bahagia, sesaat kemudian dia mendapatkan penumpang seorang wanita cantik berbaju putih dan wajah yang ceria… dengan ramah sang supir menanyakan tujuan wanita cantik itu… “sudirman pak, agak cepet ya pak, saya buru2 nih” jawab wanita cantik itu…

15 menit berlalu ditemani cerita pak supir tentang kebahagiaannya mendapatkan penumpang seorang pria tua yg sedang bahagia dan memberinya tambahan sehingga dia bisa sarapan dan kembali bertenaga untuk membawa wanita cantik itu ke kantornya…

Wanita cantik itupun ikut berbahagia atas kebahagiaan pak supir yang sangat antusias menceritakan kebahagiaannya, setibanya di kantor, wanita itu segera membayar pak supir dan segera berlari masuk ke dalam kantor… telatkah wanita cantik itu? atau ada janji meeting di pagi hari? tidak… wanita cantik itu berlari cepat krn takut pria yang sudah membuat dia bahagia selama ini tidak sempat sarapan, karena dia sudah membuatkan sarapan pagi hari itu, dan satu lagi yang membuat dia berlari penuh semangat, karena dia ingin menceritakan semua kebahagiaan dia pagi itu, mulai dari membuat sarapan dengan sepenuh hati, mendapat cerita dari pak supir….

Dan tahukah temen-temen siapa sang pria bahagia yang menunggu wanita itu… hmm… benar sekali… pria itu adalah pria yang tadi pagi tidak menunda sedetikpun untuk melemparkan senyum ramahnya pada pria tua didepan rumahnya…..

Jangan pernah menunda untuk membuat orang disekitar kita bahagia, biarpun hanya dengan senyum singkat atau sapaan ramah dipagi hari… bahagiakanlah orang yang kita cintai, kita sayangi, kita kenal atau tidak kenal, bahkan untuk orang yang sudah menyakiti kita sekalipun…. bagaimanapun caranya, kebahagiaan itu akan kembali… tidak bisa dijelaskan dengan mudah, tapi kebahagiaan yang kita tanamkan akan kita tuai pada waktunya….

Terima kasih buat orang-orang yang sudah menjadi inspirasi bagi saya untuk selalu menulis, dan selalu membuat saya bahagia….

Kritik Anda adalah Kue Anda

Dear Pembacaku yang setia,

“Anda tidak berhak dipuji kalau tidak bisa menerima kritikan.”
— Halle Berry, 2005

Itulah kalimat dahsyat yang disampaikan Halle Berry, artis peraih Oscar melalui film James Bond ‘Die Another Day’ di tahun 2004 ketika mendapat piala Razzie Award.

Razzie Award adalah penghargaan yang diberikan kepada mereka yang dinilai aktingnya buruk. Label pemain terburuk ini didapatkan Halle setelah memainkan perannya di film ‘Cat Woman‘.

Ia adalah orang yang pertama kali langsung datang ke tempat pemberian penghargaan tersebut.

Tidak ada Aktor dan Artis lain sebelumnya yang sanggup datang dan hanya menyampaikan pesannya melalui video.

Sambutannya sungguh menarik : “Saya menerima penghargaan ini dengan tulus. Saya menganggap ini sebagai kritik bagi saya untuk tampil lebih baik di film-film saya berikutnya. Saya masih ingat pesan ibu saya bahwa… ‘Kamu tidak berhak dipuji kalau kamu tidak bisa menerima kritikan’.”

Tepukan tangan sambil berdiri sebagai bentuk ketakjuban dari para hadirin sangat memeriahkan malam itu. Ya, sangat sedikit orang yang sanggup menerima kritikan seperti Halle.

Nah, sekarang, apa arti kritik bagi Anda? Apakah itu musibah buruk? Seperti bencana yang tidak terduga, atau… simbol kehancuran diri? Adakah yang bisa menganggap kritik layaknya ia menerima pujian?

Kritik memiliki banyak bentuk…

Kritik bisa berupa nasehat, obrolan, sindiran, guyonan, hingga cacian pedas. Wajar saja jika setiap orang tidak suka akan kritik.

Bagaimanapun, akan lebih menyenangkan jika kita berlaku dan tampil sempurna, memuaskan semua orang dan mendapatkan pujian.

Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa kita bisa aman dari kritik? Tokh kita hanyalah manusia dengan segala keterbatasannya. Dan nyatanya, di dunia ini lebih banyak orang yang suka mengkritik, daripada dikritik. 🙂

Kalau Anda suka sepak bola, pasti sering mengamati para komentator dalam mengeluarkan pernyataan pedasnya.

Padahal belum tentu kepandaian mereka dalam mengkritik orang lain sebanding dengan kemampuannya jika disuruh memainkan bola sendiri di lapangan. 😉

Belum lagi para pakar dan pengamat politik, ekonomi, maupun sosial. Mereka ramai-ramai berkomentar kepada publik, seolah pernyataan merekalah yang paling benar. 🙂

Namun bukan itu permasalahannya!

Pertanyaannya sekarang adalah… seandainya Anda mendapatkan kritikan, yang sakitnya melebihi tamparan, apa yang harus Anda lakukan?

Jawabannya adalah…

=> Nikmatilah setiap kritikan layaknya kue kegemaran kita!

Mungkinkah? Mengapa tidak! 🙂

Kita mempunyai wewenang penuh untuk mengontrol perasaan kita.

Berikut tips untuk Anda saat menghadapi kritik:

1. Ubah Paradigma Anda Terhadap Kritik

Anda, tidak sedikit orang yang jatuh hanya gara-gara kritik, meski tidak semua kritik itu benar dan perlu ditanggapi. Padahal, kritik menunjukkan adanya yang *masih peduli* kepada kita.

Coba perhatikan perusahaan-perusahaan besar yang harus mengirimkan berbagai survey untuk mengetahui kelemahannya.

Bayangkan jika Anda harus melakukan hal yang sama, mengeluarkan banyak uang hanya untuk mengetahui kekurangan Anda! LoL. 🙂

Kritik merupakan kesempatan untuk koreksi diri. Tentu saja akan menyenangkan jika mengetahui secara langsung kekurangan kita, daripada sekedar menerima dampaknya, seperti dikucilkan misalnya.

2. Cari tahu sudut pandang si pengkritik

Tidak ada salahnya mencari tahu detil kritik yang disampaikan. Anda bias belajar dari mereka dan melakukan koreksi terhadap diri Anda. Bisa jadi kritik yang disampaikan benar adanya.

Jika perlu, justru carilah orang yang mau memberikan kritik sekaligus saran kepada Anda. Tokh Anda tidak akan menjadi rendah dengan hal itu.

Justru sebaliknya, pendapat orang bisa jadi membuka persepsi, wawasan, maupun paradigma baru yang mendukung goal Anda.

3. Kritik tidak perlu dibalas dengan kritik!

Tanggapi kritik dengan bijak. Anda tidak perlu merasa marah atau memasukkannya ke dalam hati. Toh menyampaikan pendapat adalah hak semua orang.

Nikmatilah apapun yang mereka sampaikan. Tidak ada ruginya untuk ringan dalam mema’afkan seseorang. Anggaplah semua itu untuk perbaikan yang menguntungkan Anda kelak.

Jangan pernah Anda balas kritik dengan kritik. Karena hal ini hanya akan membuat perdebatan, menguras tenaga & pikiran. Tidak ada gunanya…

4. Terimalah kritikan dengan senyuman. ^_^

Ini semua bisa melatih mental kita agar bisa *tegar* menghadapi ujian yang lebih hebat di kemudian hari.

Singkatnya, kita memang hanya layak dipuji jika sudah berani menerima kritikan. Meski tidak mudah, asah terus keberanian Anda untuk menikmati kritik layaknya menikmati kue Anda.

Ingat, pujian dan apresiasi hanya akan datang apabila kita sudah melakukan sesuatu yang berharga.
So, jangan pernah bosan untuk memburu kritik, dan tanggapilah setiap kritik dengan lapang dada! 🙂

sumber : Anne Ahira

Putuskan Benang Itu…

Pembaca yang setia,

Keberhasilan ditentukan oleh ukuran keyakinan kita untuk meraih kemenangan!

Ada pepatah mengatakan…

Apa yang sedang kita pikirkan, itulah yang sedang terjadi, atau akan terjadi.

Oleh sebab itu… Latihlah diri, hati, dan pikiran kita untuk selalu merespon hanya pada hal-hal yang positif!

Latihlah ia terus menerus, jangan hanya sesaat, tapi berkesinambungan dan sepanjang waktu.

Pembaca yang setia,

“Seutas benang itu sesungguhnya hanya ada dalam pikiran Anda!”

Ada kisah nyata tentang seekor gajah. Sejak kecil ia sudah dirantai kakinya dengan seutas rantai sepanjang 4 meter.

Apa yang terjadi ketika rantai itu diganti dengan seutas benang?

Gajah itu tetap saja berkeliling & tidak berani melangkah keluar dari area lingkaran 4 meter tersebut!
Dari kisah ini, pelajaran apa yang bisa kita ambil?

Maaf, saya tidak bermaksud menyamakan diri kita dengan seekor gajah. Namun bisa jadi, kita pun memiliki ‘keterbelengguan’ dengan seutas tali yang mengikat diri kita! Kita tidak berani keluar dari zona yang dianggap nyaman. Meski sesungguhnya, kita bisa melakukan banyak hal hebat dari perkiraan kita!

Mari kita jujur pada diri sendiri, berapa banyak kesempatan yg sebenarnya hadir, melintas di depan Anda, namun Anda tidak mempedulikannya? Anda mungkin menganggap peluang itu ‘terlalu tinggi’ untuk Anda, dan merasa tidak pantas berada disana.

Atau mungkin Anda malah merasa tidak mampu untuk melakukan hal itu padahal sama sekali belum pernah mencobanya? Kita semua tahu, segala hal yang menurut kita ‘begitu hebat’, seringkali tidak selalu seperti yang kita bayangkan. Atau hal yang kita anggap sulit, kadang sebenarnya sangat gampang!

Ada dua kunci dalam hal ini :

1. Anda akan bisa jika Anda berpikir bisa

2. Anda akan gagal jika Anda berpikir gagal


Jadi jangan menyalahkan siapapun jika kesuksesan belum menghampiri diri kita. Sebab, faktor utamanya terletak pada diri kita sendiri.

Oleh sebab itu, perhatikan dengan seksama, dan tanya pada diri sendiri, adakah seutas benang yang telah membelenggu diri kita selama ini? Jika ya, maka segeralah untuk putuskan benang itu!

Cobalah bergerak maju dari lingkaran yang selama ini kita buat dan telah membelenggu diri kita sendiri!

Peluang itu sebenarnya selalu hadir kapan saja. Namun, karena kita selalu saja menutup mata, telinga, dan pikiran kita, maka peluang itu akan terlewat begitu saja! Jika Anda masih saja ragu untuk melangkah, cobalah untuk melatihnya sedikit demi sedikit. Dan jika Anda sudah yakin, maka segeralah berlari cepat, keluar dari keterbelengguan Anda. Jika sudah seperti ini, maka siapa lagi yang diuntungkan, jika bukan Andasendiri?

sumber : Anne Ahira

Dua Orang Ayah Hebat

Alkisah, ada seorang anak berumur belasan tahun bernama Clark, yang pada suatu malam akan menonton sirkus bersama ayahnya. Ketika tiba di loket, Clark dan Ayahnya mengantri di belakang serombongan keluarga besar yang terdiri dari Bapak, Ibu dan 8 orang anaknya. Keluarga tadi terlihat bahagia malam itu dapat menonton sirkus.

Dari pembicaraan yang terdengar oleh Clark dan Ayahnya, Clark tahu bahwa Bapak ke-8 anak tadi telah bekerja ekstra untuk dapat mengajak anak-anaknya menonton sirkus malam itu. Namun, ketika sampai di loket dan hendak membayar, wajah Bapak 8 anak tadi nampak pucat pasi. Ternyata uang 40 dollar yang telah dikumpulkannya dengan susah payah, tidak cukup untuk membayar tiket untuk 2 orang dewasa dan 8 anak yang total harganya 60 dollar.

Pasangan suami istri itu pun saling berbisik, bagaimana harus mengatakan kepada anak2 mereka bahwa malam itu mereka batal nonton sirkus karena uangnya kurang. Sementara anak2 nya tampak begitu gembira dan sudah tidak sabar untuk segera masuk ke sirkus. Tiba2 Ayah Clark menyapa Bapak 8 anak tadi dan berkata: “Maaf Pak, uang ini tadi jatuh dari saku Bapak”, sambil menjulurkan lembaran 20 dollar dan mengedipkan sebelah mata nya. Bapak 8 anak tadi takjub dengan apa yg dilakukan Ayah Clark. Dengan mata berkaca-kaca, ia menerima uang tadi dan mengucapkan terimakasih kepada Ayah Clark, dan menyatakan betapa 20 dollar tadi sangat berarti bagi keluarganya. Tiket seharga 60 dollar pun terbayar. Dan dengan riang gembira, keluarga besar itupun pun segera masuk ke dalam sirkus.

Setelah rombongan tadi masuk, Clark dan Ayahnya segera bergegas pulang. Ya, mereka batal nonton sirkus, karena uang Ayah Clark sudah diberikan kepada Bapak 8 anak tadi. Malam itu, Clark merasa sangat bahagia. Ia tidak dapat menyaksikan sirkus. Tapi telah menyaksikan dua orang Ayah hebat.

sumber : reeleks