Monthly Archives: April 2010

Art of Love…?

Setelah sekian lama mencoba mencari dan memahami yg namanya “Cinta”, semakin aku tidak mengerti apa yg dinamakan “Cinta”…

Seni bercinta susah untuk dijelaskan, hanya orang yang menggurat gores demi gores cinta itu sendirilah yang memahami apa arti dari karya yang sudah dibuatnya.

Cinta merupakan karya seni yang  sangat luar biasa yang memiliki banyak nilai-nilai yang tidak bisa kita jelaskan satu persatu.

Pria dan wanita punya keunikan tersendiri terhadap apa yang mereka sukai dari lawan jenisnya. Seorang Pria kebanyakan akan menyukai wanita yang ia pikir layak untuk disukai, dan dari sini pria dengan angkuhnya bersikap sok objektif dengan menyukai wanita yang cantik atau jika tidak cantik maka pria akan menyukai seorang wanita yang baik perilakunya(dalam pandangannya tentu).

Berbeda dengan pria, seorang wanita cenderung menyukai Pria yang menaruh perhatian lebih kepadanya.Seorang wanita sangat sensitif dalam merasa, mereka biasanya selalu tahu apakah seorang pria mulai memperhatikan mereka, lebih memperhatikan mereka atau malah kurang memperhatikan mereka. Disini jelas sangat tampak keunggulan seorang wanita yang susah sekali dipahami oleh pria.

Terkadang ada yang tidak berjalan sesuai rencana-rencana indah yang sudah disusun dengan rapinya…

Terkadang kita merasa sangat susah untuk menjalaninya, sangat susah menghadapinya, ingin lari, pergi dan menyerah ditengah jalan…

Tetapi cinta berkata “tidak”…

Semua memang terasa sangat tidak sempurna, tidak indah seperti yang dibayangkan, tetapi sangat berharga dan pantas untuk diperjuangkan… itulah seni dari cinta…

“Cinta” adalah seni untuk saling memahami apa yang ada dalam pikiran pasangan kita, seni untuk saling mengerti sesuatu yang disukai atau tidak disukai pasangan kita, seni disaat kita merasa ikhlas membantu masalah yang dihadapi pasangan kita, seni disaat kita merasa takut kehilangan dirinya, seni disaat kita tak ingin menyakiti dirinya, seni disaat kita selalu merasa ingin memujinya setiap saat dan seni dalam banyak bentuk lainnya lagi…

Lalu… apa itu “cinta” menurut kalian…?

Advertisements

Tak ada yang sempurna….

“Selama kita menggunakan kacamata “persepsi” kita, di dunia ini tidak akan ada orang yang sempurna di mata kita…”


Bila sudah ada persepsi dan cara pandang yang baku dalam diri kita, selalu saja kita dapat melihat kesalahan dan kekurangan orang lain, Selalu saja aku dapat menemukan sesuatu yang aku “anggap” sebagai kelemahan-kelemahan dalam diri orang lain. Dan kelemahan2 mereka, kesalahan dan kekurangan dalam diri mereka sungguh mengganggu pikiranku. Aku menjadi gelisah dan tidak tenang. Dan di kepalaku selalu muncul gambaran-gambaran akan kesalahan2 dan kekurangan2 mereka. Terutama hal semacam ini terjadi kepada mereka yang terlalu intelektual, dan lebih cenderung menggunakan logika daripada perasaan.

Aku ingat seringkali aku merasa kesal atas tanggapan-tanggapan istriku yang susah berpikir positif, dan selalu memberi jawaban yang membuatku merasa tidak nyaman untuk menceritakan apapun padanya, seringkali aku serasa ingin marah-marah padanya, dan memang terkadang aku marah atas tanggapan-tanggapan yang selalu menjelekkan orang atau memberi tanggapan negatif.

Aku berpikir, bagaimana bisa aku hidup dengan orang seperti itu, sementara aku selalu mengingatkan orang-orang untuk berpikir positif, bagaimana aku bisa hidup dengan orang yang membuatku merasa tidak nyaman… Bagaimana aku bisa hidup dengan orang yang membuatku tidak ingin pulang kerumah… Bagaimana????

Suatu malam aku merasa sangat jenuh atas semua perilakunya, semakin aku pikirkan semakin kesal rasanya, disaat aku membicarakan masalah yang aku hadapi dikantor, dia memberi tanggapan seakan semua hal negatif terkumpul dikantorku, aku merasa kesal dan ingin marah rasanya, tapi dalam keadaan sangat-sangat kesal aku berusaha menenangkan diri, bila aku marah dalam keadaan kekesalan menumpuk di pundakku, bisa meledak rasanya diriku…

Tapi justru karena menahan kekesalan inilah, aku malah tiba-tiba teringat… Sehari-hari, wanita inilah yang sudah mencuci bajuku, membersihkan tempat tidurku, menyiapkan pakaian kerjaku setiap pagi, memijatku saat pekerjaan membuat badanku terasa mau rontok… dan semua itu dia lakukan dengan sabar selama sekian lama…

Mengapa bukan hal itu yang aku perhatikan??? Mengapa aku tidak berterima kasih atas semua yang sudah dia lakukan, mungkin tidak semua yang dilakukannya adalah seperti yang aku mau, tapi dia sudah berusaha semampunya untuk menjadi istri yang baik buatku, tapi inilah batas kemampuannya, apa yang sudah aku lakukan sehari-hari sebagai suami? Aku berangkat kerja memakai pakaian yang sudah bersih, wangi dan rapi yang sudah dia siapkan bahkan sebelum aku keluar dari kamar mandi, dan aku hanya meletakkannya di tempat pakaian kotor sepulang kerja,  aku langsung merebahkan badanku sehabis mandi di malam hari, di tempat tidur yang sudah dia rapikan pagi tadi setelah aku berangkat kerja, aku merasa bugar dikantor untuk melaksanakan segala kewajibanku, karena tadi malam sebelum tidur dia memijatku dengan sepenuh hati sampai aku terlelap…

Lalu kenapa aku masih marah-marah padanya?

Tidak kuat rasanya menahan air mata yang ingin keluar… seorang wanita yang sudah sepenuh hati berusaha menjadi istri yang baik sudah aku kecewakan… aku berjanji akan memperbaiki diriku, bukan untuk orang lain… buat diriku juga… masalah tanggapan-tanggapan negatif terselesaikan begitu saja, bisa kita bicarakan baik-baik dan tidak perlu ada kemarahan yang meluap dari diriku lagi…

Maafkan aku sayang…