Tak ada yang sempurna….

“Selama kita menggunakan kacamata “persepsi” kita, di dunia ini tidak akan ada orang yang sempurna di mata kita…”


Bila sudah ada persepsi dan cara pandang yang baku dalam diri kita, selalu saja kita dapat melihat kesalahan dan kekurangan orang lain, Selalu saja aku dapat menemukan sesuatu yang aku “anggap” sebagai kelemahan-kelemahan dalam diri orang lain. Dan kelemahan2 mereka, kesalahan dan kekurangan dalam diri mereka sungguh mengganggu pikiranku. Aku menjadi gelisah dan tidak tenang. Dan di kepalaku selalu muncul gambaran-gambaran akan kesalahan2 dan kekurangan2 mereka. Terutama hal semacam ini terjadi kepada mereka yang terlalu intelektual, dan lebih cenderung menggunakan logika daripada perasaan.

Aku ingat seringkali aku merasa kesal atas tanggapan-tanggapan istriku yang susah berpikir positif, dan selalu memberi jawaban yang membuatku merasa tidak nyaman untuk menceritakan apapun padanya, seringkali aku serasa ingin marah-marah padanya, dan memang terkadang aku marah atas tanggapan-tanggapan yang selalu menjelekkan orang atau memberi tanggapan negatif.

Aku berpikir, bagaimana bisa aku hidup dengan orang seperti itu, sementara aku selalu mengingatkan orang-orang untuk berpikir positif, bagaimana aku bisa hidup dengan orang yang membuatku merasa tidak nyaman… Bagaimana aku bisa hidup dengan orang yang membuatku tidak ingin pulang kerumah… Bagaimana????

Suatu malam aku merasa sangat jenuh atas semua perilakunya, semakin aku pikirkan semakin kesal rasanya, disaat aku membicarakan masalah yang aku hadapi dikantor, dia memberi tanggapan seakan semua hal negatif terkumpul dikantorku, aku merasa kesal dan ingin marah rasanya, tapi dalam keadaan sangat-sangat kesal aku berusaha menenangkan diri, bila aku marah dalam keadaan kekesalan menumpuk di pundakku, bisa meledak rasanya diriku…

Tapi justru karena menahan kekesalan inilah, aku malah tiba-tiba teringat… Sehari-hari, wanita inilah yang sudah mencuci bajuku, membersihkan tempat tidurku, menyiapkan pakaian kerjaku setiap pagi, memijatku saat pekerjaan membuat badanku terasa mau rontok… dan semua itu dia lakukan dengan sabar selama sekian lama…

Mengapa bukan hal itu yang aku perhatikan??? Mengapa aku tidak berterima kasih atas semua yang sudah dia lakukan, mungkin tidak semua yang dilakukannya adalah seperti yang aku mau, tapi dia sudah berusaha semampunya untuk menjadi istri yang baik buatku, tapi inilah batas kemampuannya, apa yang sudah aku lakukan sehari-hari sebagai suami? Aku berangkat kerja memakai pakaian yang sudah bersih, wangi dan rapi yang sudah dia siapkan bahkan sebelum aku keluar dari kamar mandi, dan aku hanya meletakkannya di tempat pakaian kotor sepulang kerja,  aku langsung merebahkan badanku sehabis mandi di malam hari, di tempat tidur yang sudah dia rapikan pagi tadi setelah aku berangkat kerja, aku merasa bugar dikantor untuk melaksanakan segala kewajibanku, karena tadi malam sebelum tidur dia memijatku dengan sepenuh hati sampai aku terlelap…

Lalu kenapa aku masih marah-marah padanya?

Tidak kuat rasanya menahan air mata yang ingin keluar… seorang wanita yang sudah sepenuh hati berusaha menjadi istri yang baik sudah aku kecewakan… aku berjanji akan memperbaiki diriku, bukan untuk orang lain… buat diriku juga… masalah tanggapan-tanggapan negatif terselesaikan begitu saja, bisa kita bicarakan baik-baik dan tidak perlu ada kemarahan yang meluap dari diriku lagi…

Maafkan aku sayang…

One response to “Tak ada yang sempurna….

  1. ya iya atuh, kl mau yg sempurna, gak kawin kawin dong…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s