Monthly Archives: August 2010

Empat Dimensi Kesuksesan…

Psychological Capital (by Fred Luthans & friends) atau modal psikologis berperan besar dalam menentukan keberhasilan, melalui beragam penelitian pikologis dan eksperimen saintifik, buku Fred Luthans ini mencoba mencari modal apa saja yang memiliki peran besar dalam sebuah kesuksesan, mau tahu? lanjutin baca yah…

Ada 4 dimensi yang ditemukan berpengaruh besar dalam sebuah kesuksesan, yaitu :

Resiliency

Resiliency adalah kemampuan untuk untuk terus bertahan bahkan ketika dihadapkan pada tekanan atau tekanan yang terus datang menghadang, bahkan cobaan seberat apapun dan termasuk kegagalan.

Sambil bertahan terus mencari cara untuk menemukan cara keluar dari tekanan itu, dan menghasilkan solusi yang cerdas.

Self – Efficacy

Ini adalah tipe orang yang percaya diri dan suka dengan tantangan, orang-orang yang percaya pada kompetensi dirinya, dan yakin bisa mengelola beragam sumber daya untuk menjalani berbagai tantangan yang dihadapi. Orang-orang seperti ini biasanya suka mengeset target untuk diri sendiri dan bahkan memilih pekerjaan yang sulit ketimbang yang mudah.

Hope

Dimensi yang satu ini bukan berarti hanya berharap sesuatu yang positif datang menghampiri kita. Tetapi membentuk, menciptakan dan merajut jalan yang bisa kita jadikan harapan dan bisa digenggam erat sebagai suatu arah yang jelas. Jika kita hanya berharap, maka kemungkinan harapan itu akan terbang begitu saja, menguap ditengah teriknya matahari.

Optimism

Optimisme adalah keyakinan kita bahwa kita akan mendapatkan sesuatu yang positif, dalam hal apapun yang kita lakukan, tugas, pekerjaan bahkan dalam menjalani hidup kita. Ketika harus berhadapan dengan hal-hal negatif, orang yang optimis hanya akan menganggap itu sebagai sesuatu yang bersifat sementara dan spesifik, sementara dalam artian hanya sesaat dan spesifik dalam artian hanya terjadi untuk masalah yang sedang dihadapi, bukan untuk setiap masalah yang datang. Dengan begitu orang optimis akan melihat sebuah masalah maupun hal negatif sebagai sesuatu dengan kacamata positif, sehingga tidak meratapi kegagalan, sedih berkepanjangan dan menyesal, dan tidak terjebak pada masa lalu.

Nah 4 dimensi diatas, membuat kita selalu bisa melangkahkan kaki kedepan dengan keyakinan positif, dan menggapai semua bentuk kesuksesan yang menunggu kita didepan….

Keep Positive, Take Any Chance, Enjoy Your Life….

source : blog strategi manajemen & Buku Psychological Capital (by Fred Luthans & friends
Advertisements

Seni Memaksimalkan Daya Tarik

Seni Memaksimalkan Daya Tarik

Memiliki kepribadian yang menarik pasti diidamkan setiap insan. Saya, kamu, maupun siapa saja. kehadiran pribadi yang menarik selalu dinanti-nantikan banyak orang. Ketiadaannya dirindukan.

Pertanyaannya, kualitas istimewa APA yang ada pada manusia, yang bisa membuat orang lain kagum dan terpesona? Dan… KAMU-kah orangnya?

Sebagian orang mungkin berpikir hanya orang-orang yang cantik, ganteng secara fisik, pintar, atau bahkan kaya yang memiliki daya tarik? Sebenarnya tidak demikian!

Setiap orang berpotensi untuk menjadi seorang insan yang memiliki daya tarik tinggi, menjadi sosok yang dielu dan diharapkan. Termasuk kamu sendiri! Pesona Kamu bisa ditumbuhkan dan diciptakan dengan energi positif yang Kamu miliki.

Bagaimana memunculkan aura positif kamu agar membuat ketertarikan bagi yang lainnya?

Berikut adalah 7 Seni Memaksimalkan Daya Tarik:

1. Terus berbuat baik tanpa pernah menghitungnya

Lakukan kebaikan layaknya menulis diatas pasir dan pahatlah di batu untuk setiap kesalahan yang Anda lakukan.

Artinya, lupakan setiap kebaikan kamu kepada orang lain, tak perlu menghitung. Sikap seperti ini akan melatih keikhlasan, dan pada saat terbiasa, kamu akan merasakan arti puas yang sejati.

2. Merendahlah Agar Kamu Menjadi Tinggi

Orang yang merendah justru banyak disenangi orang lain. Lain halnya dengan orang yang sombong, kerendahan hati merupakan perwujudan dari toleransi dan memiliki nilai yang tinggi.

Kerendahan hati dan kedamaian saling bertautan. Percayalah pada diri sendiri, dan singkirkan keinginan untuk selalu ingin membuktikan pada orang lain.

3. Jagalah Kemurnian

Tampilah ‘apa adanya’. Jadilah diri sendiri.¬† Untuk memiliki daya tarik kita tidak perlu menjadi orang lain. Menjadi diri sendiri jauh lebih bernilai ketimbang kita selalu ingin tampil ‘seperti orang lain’.

4. Jadilah Orang Yang Penuh Minat

Apa yang kamu katakan pada diri sendiri tentang kehidupan dan diri kamu sendiri, dari hari ke hari, adalah efek yang luar biasa.

Sepanjang waktu, lihatlah diri kamu sendiri sebagai pribadi yang menarik. Pertahankan perasaaan itu sejelas mungkin dalam pikiran.

Dengan sendirinya, ‘alam’ akan menarik segala hal yang penting untuk menyempurnakan perasaan dan pandangan kamu itu.

Jadilah orang yang selalu ceria, penuh harapan, dan buat dunia ini terpikat pada kamu!

5. Wajah Ceria

Tertawa itu sehat. Buat wajah kamu selalu ceria.

Saat kita tersenyum, otak akan bereaksi dan memproduksi endorphin (zat alami yang memindahkan rasa sakit). Selain itu, senyuman akan membuat kamu bisa rileks. Senyuman juga akan menebarkan kegembiraan pada orang lain.

Tekankan dalam pikiran, saat kamu bersama orang lain, bahwa senyuman dapat memperpendek ‘jarak’ antar orang lain.

6. Antusias dan Hasrat

Dua hal ini merupakan ibu yang melahirkan sukses. Antusias dan hasrat dapat mendatangkan uang, kekuatan dan pengaruh. Hal besar tak akan dapat dicapai tanpa antusias.

Yakin selalu pada apa yang kamu kerjakan. Kerjakan tiap pekerjaan kamu dengan penuh cinta. Masukan antusias dalam pribadi kamu, maka ia akan menciptakan hal yang luar biasa buat kamu.

7. Tata Krama

Tingkah laku, kesopanan dan kebaikan bisa membuat orang lain percaya pada kita. Tata krama yang baik akan membuat orang lain merasa nyaman dengan kita.

Tata krama merupakan sumber kesenangan, memberikan rasa aman, dan ini dilakukan dengan menunjukan penghormatan pada oran lain.

Bersikap sopanlah pada setiap orang yang kamu kenal, tidak peduli status dan kedudukan mereka. Perlakukanlah setiap orang dengan tata krama.

Nah, gimana tuh, ga susah kan..?

source : Anne Ahira