Tag Archives: Artikel..

Empat Dimensi Kesuksesan…

Psychological Capital (by Fred Luthans & friends) atau modal psikologis berperan besar dalam menentukan keberhasilan, melalui beragam penelitian pikologis dan eksperimen saintifik, buku Fred Luthans ini mencoba mencari modal apa saja yang memiliki peran besar dalam sebuah kesuksesan, mau tahu? lanjutin baca yah…

Ada 4 dimensi yang ditemukan berpengaruh besar dalam sebuah kesuksesan, yaitu :

Resiliency

Resiliency adalah kemampuan untuk untuk terus bertahan bahkan ketika dihadapkan pada tekanan atau tekanan yang terus datang menghadang, bahkan cobaan seberat apapun dan termasuk kegagalan.

Sambil bertahan terus mencari cara untuk menemukan cara keluar dari tekanan itu, dan menghasilkan solusi yang cerdas.

Self – Efficacy

Ini adalah tipe orang yang percaya diri dan suka dengan tantangan, orang-orang yang percaya pada kompetensi dirinya, dan yakin bisa mengelola beragam sumber daya untuk menjalani berbagai tantangan yang dihadapi. Orang-orang seperti ini biasanya suka mengeset target untuk diri sendiri dan bahkan memilih pekerjaan yang sulit ketimbang yang mudah.

Hope

Dimensi yang satu ini bukan berarti hanya berharap sesuatu yang positif datang menghampiri kita. Tetapi membentuk, menciptakan dan merajut jalan yang bisa kita jadikan harapan dan bisa digenggam erat sebagai suatu arah yang jelas. Jika kita hanya berharap, maka kemungkinan harapan itu akan terbang begitu saja, menguap ditengah teriknya matahari.

Optimism

Optimisme adalah keyakinan kita bahwa kita akan mendapatkan sesuatu yang positif, dalam hal apapun yang kita lakukan, tugas, pekerjaan bahkan dalam menjalani hidup kita. Ketika harus berhadapan dengan hal-hal negatif, orang yang optimis hanya akan menganggap itu sebagai sesuatu yang bersifat sementara dan spesifik, sementara dalam artian hanya sesaat dan spesifik dalam artian hanya terjadi untuk masalah yang sedang dihadapi, bukan untuk setiap masalah yang datang. Dengan begitu orang optimis akan melihat sebuah masalah maupun hal negatif sebagai sesuatu dengan kacamata positif, sehingga tidak meratapi kegagalan, sedih berkepanjangan dan menyesal, dan tidak terjebak pada masa lalu.

Nah 4 dimensi diatas, membuat kita selalu bisa melangkahkan kaki kedepan dengan keyakinan positif, dan menggapai semua bentuk kesuksesan yang menunggu kita didepan….

Keep Positive, Take Any Chance, Enjoy Your Life….

source : blog strategi manajemen & Buku Psychological Capital (by Fred Luthans & friends

Tak ada yang sempurna….

“Selama kita menggunakan kacamata “persepsi” kita, di dunia ini tidak akan ada orang yang sempurna di mata kita…”


Bila sudah ada persepsi dan cara pandang yang baku dalam diri kita, selalu saja kita dapat melihat kesalahan dan kekurangan orang lain, Selalu saja aku dapat menemukan sesuatu yang aku “anggap” sebagai kelemahan-kelemahan dalam diri orang lain. Dan kelemahan2 mereka, kesalahan dan kekurangan dalam diri mereka sungguh mengganggu pikiranku. Aku menjadi gelisah dan tidak tenang. Dan di kepalaku selalu muncul gambaran-gambaran akan kesalahan2 dan kekurangan2 mereka. Terutama hal semacam ini terjadi kepada mereka yang terlalu intelektual, dan lebih cenderung menggunakan logika daripada perasaan.

Aku ingat seringkali aku merasa kesal atas tanggapan-tanggapan istriku yang susah berpikir positif, dan selalu memberi jawaban yang membuatku merasa tidak nyaman untuk menceritakan apapun padanya, seringkali aku serasa ingin marah-marah padanya, dan memang terkadang aku marah atas tanggapan-tanggapan yang selalu menjelekkan orang atau memberi tanggapan negatif.

Aku berpikir, bagaimana bisa aku hidup dengan orang seperti itu, sementara aku selalu mengingatkan orang-orang untuk berpikir positif, bagaimana aku bisa hidup dengan orang yang membuatku merasa tidak nyaman… Bagaimana aku bisa hidup dengan orang yang membuatku tidak ingin pulang kerumah… Bagaimana????

Suatu malam aku merasa sangat jenuh atas semua perilakunya, semakin aku pikirkan semakin kesal rasanya, disaat aku membicarakan masalah yang aku hadapi dikantor, dia memberi tanggapan seakan semua hal negatif terkumpul dikantorku, aku merasa kesal dan ingin marah rasanya, tapi dalam keadaan sangat-sangat kesal aku berusaha menenangkan diri, bila aku marah dalam keadaan kekesalan menumpuk di pundakku, bisa meledak rasanya diriku…

Tapi justru karena menahan kekesalan inilah, aku malah tiba-tiba teringat… Sehari-hari, wanita inilah yang sudah mencuci bajuku, membersihkan tempat tidurku, menyiapkan pakaian kerjaku setiap pagi, memijatku saat pekerjaan membuat badanku terasa mau rontok… dan semua itu dia lakukan dengan sabar selama sekian lama…

Mengapa bukan hal itu yang aku perhatikan??? Mengapa aku tidak berterima kasih atas semua yang sudah dia lakukan, mungkin tidak semua yang dilakukannya adalah seperti yang aku mau, tapi dia sudah berusaha semampunya untuk menjadi istri yang baik buatku, tapi inilah batas kemampuannya, apa yang sudah aku lakukan sehari-hari sebagai suami? Aku berangkat kerja memakai pakaian yang sudah bersih, wangi dan rapi yang sudah dia siapkan bahkan sebelum aku keluar dari kamar mandi, dan aku hanya meletakkannya di tempat pakaian kotor sepulang kerja,  aku langsung merebahkan badanku sehabis mandi di malam hari, di tempat tidur yang sudah dia rapikan pagi tadi setelah aku berangkat kerja, aku merasa bugar dikantor untuk melaksanakan segala kewajibanku, karena tadi malam sebelum tidur dia memijatku dengan sepenuh hati sampai aku terlelap…

Lalu kenapa aku masih marah-marah padanya?

Tidak kuat rasanya menahan air mata yang ingin keluar… seorang wanita yang sudah sepenuh hati berusaha menjadi istri yang baik sudah aku kecewakan… aku berjanji akan memperbaiki diriku, bukan untuk orang lain… buat diriku juga… masalah tanggapan-tanggapan negatif terselesaikan begitu saja, bisa kita bicarakan baik-baik dan tidak perlu ada kemarahan yang meluap dari diriku lagi…

Maafkan aku sayang…

Kritik Anda adalah Kue Anda

Dear Pembacaku yang setia,

“Anda tidak berhak dipuji kalau tidak bisa menerima kritikan.”
— Halle Berry, 2005

Itulah kalimat dahsyat yang disampaikan Halle Berry, artis peraih Oscar melalui film James Bond ‘Die Another Day’ di tahun 2004 ketika mendapat piala Razzie Award.

Razzie Award adalah penghargaan yang diberikan kepada mereka yang dinilai aktingnya buruk. Label pemain terburuk ini didapatkan Halle setelah memainkan perannya di film ‘Cat Woman‘.

Ia adalah orang yang pertama kali langsung datang ke tempat pemberian penghargaan tersebut.

Tidak ada Aktor dan Artis lain sebelumnya yang sanggup datang dan hanya menyampaikan pesannya melalui video.

Sambutannya sungguh menarik : “Saya menerima penghargaan ini dengan tulus. Saya menganggap ini sebagai kritik bagi saya untuk tampil lebih baik di film-film saya berikutnya. Saya masih ingat pesan ibu saya bahwa… ‘Kamu tidak berhak dipuji kalau kamu tidak bisa menerima kritikan’.”

Tepukan tangan sambil berdiri sebagai bentuk ketakjuban dari para hadirin sangat memeriahkan malam itu. Ya, sangat sedikit orang yang sanggup menerima kritikan seperti Halle.

Nah, sekarang, apa arti kritik bagi Anda? Apakah itu musibah buruk? Seperti bencana yang tidak terduga, atau… simbol kehancuran diri? Adakah yang bisa menganggap kritik layaknya ia menerima pujian?

Kritik memiliki banyak bentuk…

Kritik bisa berupa nasehat, obrolan, sindiran, guyonan, hingga cacian pedas. Wajar saja jika setiap orang tidak suka akan kritik.

Bagaimanapun, akan lebih menyenangkan jika kita berlaku dan tampil sempurna, memuaskan semua orang dan mendapatkan pujian.

Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa kita bisa aman dari kritik? Tokh kita hanyalah manusia dengan segala keterbatasannya. Dan nyatanya, di dunia ini lebih banyak orang yang suka mengkritik, daripada dikritik. 🙂

Kalau Anda suka sepak bola, pasti sering mengamati para komentator dalam mengeluarkan pernyataan pedasnya.

Padahal belum tentu kepandaian mereka dalam mengkritik orang lain sebanding dengan kemampuannya jika disuruh memainkan bola sendiri di lapangan. 😉

Belum lagi para pakar dan pengamat politik, ekonomi, maupun sosial. Mereka ramai-ramai berkomentar kepada publik, seolah pernyataan merekalah yang paling benar. 🙂

Namun bukan itu permasalahannya!

Pertanyaannya sekarang adalah… seandainya Anda mendapatkan kritikan, yang sakitnya melebihi tamparan, apa yang harus Anda lakukan?

Jawabannya adalah…

=> Nikmatilah setiap kritikan layaknya kue kegemaran kita!

Mungkinkah? Mengapa tidak! 🙂

Kita mempunyai wewenang penuh untuk mengontrol perasaan kita.

Berikut tips untuk Anda saat menghadapi kritik:

1. Ubah Paradigma Anda Terhadap Kritik

Anda, tidak sedikit orang yang jatuh hanya gara-gara kritik, meski tidak semua kritik itu benar dan perlu ditanggapi. Padahal, kritik menunjukkan adanya yang *masih peduli* kepada kita.

Coba perhatikan perusahaan-perusahaan besar yang harus mengirimkan berbagai survey untuk mengetahui kelemahannya.

Bayangkan jika Anda harus melakukan hal yang sama, mengeluarkan banyak uang hanya untuk mengetahui kekurangan Anda! LoL. 🙂

Kritik merupakan kesempatan untuk koreksi diri. Tentu saja akan menyenangkan jika mengetahui secara langsung kekurangan kita, daripada sekedar menerima dampaknya, seperti dikucilkan misalnya.

2. Cari tahu sudut pandang si pengkritik

Tidak ada salahnya mencari tahu detil kritik yang disampaikan. Anda bias belajar dari mereka dan melakukan koreksi terhadap diri Anda. Bisa jadi kritik yang disampaikan benar adanya.

Jika perlu, justru carilah orang yang mau memberikan kritik sekaligus saran kepada Anda. Tokh Anda tidak akan menjadi rendah dengan hal itu.

Justru sebaliknya, pendapat orang bisa jadi membuka persepsi, wawasan, maupun paradigma baru yang mendukung goal Anda.

3. Kritik tidak perlu dibalas dengan kritik!

Tanggapi kritik dengan bijak. Anda tidak perlu merasa marah atau memasukkannya ke dalam hati. Toh menyampaikan pendapat adalah hak semua orang.

Nikmatilah apapun yang mereka sampaikan. Tidak ada ruginya untuk ringan dalam mema’afkan seseorang. Anggaplah semua itu untuk perbaikan yang menguntungkan Anda kelak.

Jangan pernah Anda balas kritik dengan kritik. Karena hal ini hanya akan membuat perdebatan, menguras tenaga & pikiran. Tidak ada gunanya…

4. Terimalah kritikan dengan senyuman. ^_^

Ini semua bisa melatih mental kita agar bisa *tegar* menghadapi ujian yang lebih hebat di kemudian hari.

Singkatnya, kita memang hanya layak dipuji jika sudah berani menerima kritikan. Meski tidak mudah, asah terus keberanian Anda untuk menikmati kritik layaknya menikmati kue Anda.

Ingat, pujian dan apresiasi hanya akan datang apabila kita sudah melakukan sesuatu yang berharga.
So, jangan pernah bosan untuk memburu kritik, dan tanggapilah setiap kritik dengan lapang dada! 🙂

sumber : Anne Ahira

Pemikiran-pemikiran Om Einstein…

Meski ia mengatakan, “Aku tidak punya bakat khusus. Aku hanyalah orang yang penasaran.” namun nama “Einstein” sangat identik dengan kata “Jenius”. Hampir tidak ada seorangpun yang menolak jika Einstein dikatakan sebagai prototipe manusia jenius. Berikut berbagai pemikiran dan pendapat sang maskot ilmuwan modern.

Hakikatku adalah yang aku pikirkan, bukan apa yang aku rasakan
.::.
Selagi ada cinta tidak perlu ada lagi pertanyaan
.::.
Aku Berpikir terus menerus berbulan bulan dan bertahun tahun, sembilan puluh sembilan kali dan kesimpulannya salah. Untuk yang keseratus aku benar.
.::.
Kalau mereka ingin menemuiku, aku ada disini. Kalau mereka ingin bertemu dengan pakaianku, bukalah lemariku dan tunjukkan pada mereka. (Ketika istrinya memintanya berganti untuk menemui Duta Besar Jerman)
.::.
Kebanyakan orang mengatakan bahwa kecerdasanlah yang melahirkan seorang ilmuwan besar. Mereka salah, karakterlah yang melahirkannya.
.::.
Tanda kecerdasan sejati bukanlah pengetahuan tapi imajinasi.
.::.
Imajinasi lebih berharga daripada ilmu pengetahuanLogika akan membawa Anda dari A ke B. Imajinasi akan membawa Anda kemana-mana.
.::.
Tidak ada eksperimen yang bisa membuktikn aku benar, namun sebaliknya sebuah eksperimen saja bisa membuktikan aku salah.
.::.
Orang-orang seperti kita, yang percaya pada fisika, mengetahui bahwa perbedaan antaramasa lalu, masa kini, dan masa depan hanyalah sebuah ilusi yang terus menerus ada.
.::.
Dunia ini adalah sebuah tempat yang berbahaya untuk didiami, bukan karena orang-orangnya jahat, tapi karena orang-orangnya tak perduli.
.::.
Mencari kebenaran lebih bernilai dibandingkan menguasainya.
.::.
Hidup itu seperti naik sepeda. Agar tetap seimbang, kau harus terus bergerak.
.::.
Sudah saatnya cita-cita kesuksesan diganti dengan cita-cita pengabdian.
.::.
Lebih mudah mengubah plutonium dari pada mengubah sifat jahat manusia.
.::.
Tidak ada yang lebih merusak martabat pemerintah dan hukum negeri dibanding meloloskan undang-undang yang tidak bisa ditegakkan.
.::.
Belajarlah dari masa lalu, hiduplah untuk masa depan. Yang terpenting adalah tidak berhenti bertanya.
.::.
Generasi-generasi yang akan datang akan kehilangan keyakinan bahwa manusia akan berjalan di muka bumi dengan darah dan daging.
.::.
Nilai manusia terletak pada apa yang bisa dia terima.
.::.
Kalau nilai 9 itu kesuksesan dalam kehidupan, maka nilai 9 sama dengan x ditambah y ditambah z. Bekerja adalah x, y adalah bermain, dan z adalah untuk berdiam diri.
.::.
Orang berjiwa besar akan selalu menghadapi perlawanan hebat dari orang2
“PICIK”.

Barangsiapa yang tidak pernah melakukan kesalahan,
maka dia tidak pernah mencoba sesuatu yang baru
.::.
Hal yang paling sukar dipahami di dunia ini
adalah pajak penghasilan.
.::.
Kecerdasan tidak banyak berperan dalam proses penemuan.
Ada suatu lompatan dalam kesadaran,
sebutlah itu intuisi atau apapun namanya,
solusinya muncul begitu saja dan
kita tidak tahu bagaimana atau mengapa.
.::.
Kebahagiaan dalam melihat dan
memahami merupakan anugerah
terindah alam.
.::.
Hanya ada dua cara menjalani kehidupan kita.
Pertama adalah seolah tidak ada keajaiban.
Kedua adalah seolah segala sesuatu adalah keajaiban.
.::.
Usaha pencarian kebenaran dan keindahan
merupakan kegiatan yang memberi peluang bagi kita
untuk menjadi kanak-kanak sepanjang hayat.
.::.
Hanya seseorang yang mengabdikan dirinya untuk
suatu alasan dengan seluruh kekuatan dan jiwanya yang
bisa menjadi seorang guru sejati. Dengan
alasan ini penguasaan menuntut semuanya dari seseorang.

source : unic77

10 Penyakit Mental yang harus dihindari…

Mau semakin BERPIKIR POSITIF?? HINDARI 10 hal berikut…

1. Menyalahkan orang lain

Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Primitif. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah: “Siapa nih yang nyantet?” Selalu “siapa”, Bukan “apa” penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu “apa” sebabnya, bukan “siapa”. Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas. Kekanak-kanakan. Kenapa? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh, “Adik tuh yang salah”, atau, “Mbak tuh yang salah”. Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.

2. Menyalahkan diri sendiri

Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Ini berbeda dengan mengakui kesalahan. Anda pernah mengalaminya? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. “Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat, dan sebagainya, Lha, saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha, saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh”. Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai “improper guilty feeling”.

Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang, “Saya kok yang memang salah, tidak mampu, dan sebagainya”. Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.

3. Tidak punya goal atau cita-cita

Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini: Ada anjing jago lari yang sombong. “Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya”. Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang, “Nah tuh ada kelinci, kejar aja”. Dia kejar itu kelinci, wesss…., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain. “Ah, lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang”. “Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih”. Kalau “GOAL” kita hanya untuk “FUN”, isi waktu aja, ya hasilnya cuma terengah-engah saja.

4. Mempunyai “goal”, tapi ngawur mencapainya

Biasanya dialami oleh orang yang tidak “teachable”. Goalnya salah, focus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya, “Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan”.

5. Mengambil jalan pintas (shortcut)

Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smash 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh? Nggak mungkin!. Karena hal itu melawan kodrat.

6. Mengambil jalan terlalu panjang, terlalu santai

Analoginya begini: Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take- off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya Cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha, kalau jalannya runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan?

7. Mengabaikan hal-hal kecil

Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.

8. Terlalu cepat menyerah

Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.

9. Bayang-bayang masa lalu

Wah, puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa? Kita selalu penuh memori kan? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. “Waktu” itu maju kan?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik? Nggak ada kan? Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.

10. Menghipnotis diri dengan kesuksesan semu

Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi. Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan, “Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar”. Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.

Tanda-tanda “dia” adalah jodoh anda…

TANDA PERTAMA :
anda dan pasangan dapat saling berbagi.Paling penting anda dan pasangan menikmati segala aspek kehidupan secara bersama-sama.dan semuanya terasa menyenangkan.nah apakah anda sudah merasakan itu??jika ya ada harapan bahwa dia adalah calon pendamping hidup anda.TANDA KEDUA :
kemampuan pasangan anda bersikap santai didepan anda apa adanya.Coba perhatikan ,apakah gerak-geriknya,cara berpakaian,gaya rambut,cara berbicarnya serta tertawanya , setiap ucapannya tampak slelalu spontan dan tidak dibuat-buat? jika tidak kemungkinan dia bukan jodoh anda.
 

TANDA KETIGA : Continue reading

Jomblo juga bisa bahagia….

Hari Sabtu kembali, saatnya untuk menikmati ‘malam minggu’ bersama sang kekasih hati. Tapii.. Haha, weekend kali ini kamu ngga ada yang nemenin alias jomblo bahagia Duh.. Kasihan. Ngga mau kan jadi jomblo yang menyedihkan? Sebenarnya menurut gua jadi jomblo ngga menyedih-nyedihkan amat koq, apalagi masih muda gini.

Ada beberapa orang di sekitar kamu yang kalo udah jadi ‘jomblo’ aja, duhh.. Rasanya udah mau kiamat aja. Ada, ada? Atau mungkin kamu??

Kalo ada yang begitu, yuk, kita share pengalaman, cara-cara, atau tips jadi jomblo bahagia ala kita masing-masing. Gua punya 3 tips buat para jomblo di luar sana, biar jomblo tapi tetep eksis!

 

1. Nikmati Kesendirian Continue reading

Playboy…

Playboy identik dengan sebutan untuk seorang laki-laki yang gemar gonta-ganti pacar. Physically, biasanya berwajah tampan, berkulit bersih dan bertubuh atletis, seperti Rafi Ahmad (artis) misalnya. Namun dalam perkembangannya, playboy tidak harus berhubungan dengan hal-hal fisik. Kadang mereka ‘berpenampakan’ standar dan pendiam, namun dibalik itu, playboy jenis ini mempunyai kekuatan dan daya tarik lain, misalnya pada tutur katanya (magical word), kemampuannya (skills) ataupun materi (rich). Nama-nama seperti Yovie Widianto (pemusik), Fabien Barthez (mantan kiper tim nasional Prancis 1998) dan Hutomo Mandala Putra (pengusaha), masing-masing mungkin bisa mewakili playboy dengan daya tarik pada tutur kata, kemampuan dan materi. Pesonanya kadang membuat kaum hawa ingin selalu berdekatan dengannya atau mungkin ingin menjadi pacarnya. Untuk itu, Anda membutuhkan ‘bekal’ agar dapat memiliki pacar playboy. Berikut ini Tips ampuh menjinakkan playboy:

Tips Ampun Menjinakkan Cowok Playboy

1. Siap-Siap Hati & Telinga Panas. Continue reading

Gagal, Menderita, Putus Asa ???

1. DAFTAR KEGAGALAN….

Dibawah ini adalah daftar kegagalan seseorang yang semasa hidupnya mengalami banyak tantangan dan badai. Continue reading

Satu Karya Sebelum Aku Pergi….

Terus Berkarya…berkaryaJangan berhenti. Bukan karena berhenti akan menghambat laju kemajuan anda. Namun sesungguhnya alam mengajarkan bahwa anda tak akan pernah bisa berhenti.

Meski anda berdiam diri di situ, bumi tetap mengajak anda mengelilingi matahari. Maka bergeraklah, bekerjalah, berkaryalah. Bekerja bukan sekadar untuk meraih sesuatu. Bekerja memberi kebahagian diri. Itulah yang diharapkan oleh alam dari diri anda.

Air yang tak bergerak akan lebih cepat busuk. Kunci yang tak pernah dibuka lebih mudah serat. Mesin yang tak dinyalakan lebih gampang berkarat. Hanya perkakas yang tak digunakanlah yang disimpan dalam laci berdebu.

Alam telah mengajarkan ini; jangan berhenti berkarya, atau anda segera menjadi tua dan tak berguna. Continue reading